Dengar Divonis 5 Tahun Penjara, Ary Langsung Lari Temui Istri

Ari memegang kedua pipi istrinya, dan diajaknya berbicara sejenak sebelum meninggalkan ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Dengar Divonis 5 Tahun Penjara, Ary Langsung Lari Temui Istri
Tribunjambi/mareza
Menemui istri - Usai mendengarkan vonis hakim, Ary langsung menemui istrinya yang duduk di bangku pengunjung sidang. 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Usai mendengarkan vonis majelis hakim, satu dari dua terdakwa perkara dugaan penyalahgunaan dana pengamanan Pilwako Jambi, Ary Febriansyah langsung menghambur menemui istrinya di bangku pengunjung sidang.

Ari memegang kedua pipi istrinya, dan diajaknya berbicara sejenak sebelum meninggalkan ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, Senin (17/12/2018).

Dalam sidang yang dipimpin majelis hakim ketua Dedy Muchti Nugroho itu, Ary dikenakan vonis penjara, denda, serta uang pengganti.

"Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Ary Febriansyah oleh karena itu dengan pidana penjara selama lima tahun dan enam bulan, dikurangi masa tahanan yang telah dijalani, dengan perintah terdakwa tetap ditahan," Dedy membacakan amar putusan.

Selain itu, majelis hakim juga menjatuhkan pidana denda sebesar Rp 200 juta dengan subsider tiga bulan kurungan.

"Membebankan kepada terdakwa untuk membayar uang pengganti (UP) kerugian negara sebesar Rp 1.236.830.200," lanjut ketua majelis hakim.

Apabila UP tersebut tidak dibayarkan, maka akan dilakukan penyitaan harta benda. Jika tidak mencukupi, maka akan diganti dengan pidana penjara selama satu tahun.

Baca: Kasus Dana Pengamanan Pilwako Jambi-Ilham Belum Terima Divonis 6 Tahun Penjara

Baca: Korban Tenggelam di Sungai Damai, Yudi Terkejut Lihat Bukan Ilham yang Ditemukan

Baca: Camat Pal Merah Ngamuk, Satpol PP Kota Jambi akan Seret Pembuang Sampah ke Pengadilan

Baca: Anak Jackie Chan Tidak Bisa Bayar Penuh Hostel, Dia Cuma Punya Uang Rp 37 Ribu

Vonis itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri (JPU Kejari) Jambi. Sebelumnya, jaksa menuntutnya dengan pidana penjara selama delapan tahun dan denda Rp 200 juta dengan subsider enam bulan. J

aksa juga menuntut terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp 1.236.830.200 dengan subsider penyitaan atau kurungan penjara selama satu tahun dan enam bulan.

Halaman
12
Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved