Prabowo Kembali Singgung Tampang Boyolali, dan Anggapan Tak Mampu Jadi Imam Salat
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengatakan bahwa saat ini banyak yang mencoba mencari kesalahan
Prabowo Kembali Singgung Tampang Boyolali, dan Tak Mampu Jadi Imam Salat
TRIBUNJAMBI.COM - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengatakan bahwa saat ini banyak yang mencoba mencari kesalahan-kesalahan dirinya.
Termasuk melemparkan tudingan tanpa dasar dan memelintir pernyataannya.
Salah satu contoh yakni pidato mengenai tampang Boyolali beberapa waku lalu.
"Saya datang ke Boyolali dengan maksud baik, bukan untuk mengejek tampang Boyolali, bukan."
"Justru saya membela rakyat Boyolali. Sampean Boyolali? Ya."
Baca: Fakta Chairil Anwar Meninggal di Dalam Mobil, Polisi Temukan Penyebabnya dari Keluarga
Baca: VIDEO: Jenderal Amerika Melongo Lihat Kopassus Gigit Kepala Ular Hingga Putus, Pentagon Sampai Heboh
Baca: Hasil Drawing Babak 32 Besar Liga Europa Musim 2018-2019, FC Bate vs Arsenal FC & Lazio vs Sevilla
"Jadi ada upaya selalu mencari-cari kesalahan," ujar Prabowo dalam Konferensi Nasional Partai Gerindra di Kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, (17/12/2018).
Selain itu pada masa pencalonan Presiden ini, Prabowo mengatakan sering mendapat tudingan tidak jelas.
Ia dituduh sebagai bagian dari Islam garis keras, namun kemudian disebut kurang Islam.
Ada juga yang mengatakan bahwa Prabowo tidak bisa menjadi Imam dalam ibadah solat.
"Saya enggak bisa jadi Imam Solat katanya. Ya saya merasa tahu diri. Betul?"
"Yang jadi imam ya harus orang yang lebih tinggi ilmunya. Betul, saya tidak takut mengakui saya merasa tidak pantas saya menjadi imam salat."
Baca: Sama-sama Ngotot! Senjata Paspampres ini Akhirnya Mengarah ke Kepala PM Israel, Pengawalnya Terdiam
Baca: Tentara Amerika Menyebutnya Ilmu Hantu, Saat Lihat Kopassus Bisa Makan Beling & Melihat Dalam Gelap
Baca: Diserang Puso, 77 Ha Tanaman di Tebo Bakal Dapat Ganti Rugi
"Lebih baik saya ikuti imam yang lebih tinggi ilmunya dari saya. Untuk apa saya bohong? Untuk apa saya pura-pura pada kalian?" katanya.
Prabowo mengatakan tudingan atau fitnah tersebut merupakan resiko dari pencalonannya di Pemilu Presiden.
Ia telah menerima amanah tersebut demi perubahan Indonesia.