Fakta Chairil Anwar Meninggal di Dalam Mobil, Polisi Temukan Penyebabnya dari Keluarga
Chairil meninggal ketika sedang beristirahat di lokasi wisata Arboretum Rio Alif, Dusun Mudo, Senin (17/12).
Penulis: Muzakkir | Editor: Teguh Suprayitno
Laporan Wartawan Tribunjambi Muzakkir
TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO -- Chairil Anwar (40) warga Tanah Sepenggal Kabupaten Bungo meninggal di dalam mobil minibus di wilayah Dusun Mudo, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin.
Chairil meninggal ketika sedang beristirahat di lokasi wisata Arboretum Rio Alif, Dusun Mudo, Senin (17/12) sekitar pukul 14,00 WIB. Saat itu korban bersama Sumiati yang juga warga Bungo.
Kapolsek Bangko IPTU Echo Sitorus ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti kenapa korban meninggal.
"Kita baru konfirmasi kepada keluarganya di Bungo, kata keluarganya korban ada riwayat jantung," kata Sitorus.
Mantan Kasubag Humas Polres Merangin ini mengatakan bahwa korban telah dibawa ke RS Abunjani Bangko, namun mereka belum melakukan visum dalam.
Katanya, petugas hanya melakukan visum luar. Hasilnya tidak ditemukan gejala kekerasan fisik atau kekerasan lainnya.
"Untuk visum dalam, kita harus minta persetujuan dari keluarga. Sekarang keluarga masih dalam perjalanan ke Bangko," imbuhnya.
Baca: 3 Penjabat Eselon II Muarojambi Mangkir Saat Assesment Tes Mutasi Jabatan
Baca: Diserang Puso, 77 Ha Tanaman di Tebo Bakal Dapat Ganti Rugi
Baca: Belasan Napi Lapas Klas II B Kuala Tungkal Diusulkan Dapat Remisi Natal
Baca: Kenaikan Tunjangan TNI Untuk Babinsa Cair Pekan Depan, Ini Rincian Jumlah yang Bakal Diterima
Seperti yang diberitakan sebelumnya, warga Dusun Mudo, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin gempar setelah seorang laki-laki ditemukan meninggal di dalam mobil.
Informasi yang dihimpun, korban yang bernama Chairil Anwar (40) warga Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo itu datang ke lokasi wisata menggunakan mobil carry bersama seorang janda bernama Sumiati (39) yang juga warga Tanah Sepenggal.
Menurut keterangan Sumiati, sekira pukul 11.00 WIB, dirinya berkenalan dengan korban di pasar Atas Bungo, lalu korban mengajak saksi mengantar penumpang dan paket ke arah Bangko.
Setelah mengantar paket, Sumiati diajak ke taman Aboterium Rio Alif untuk istirahat sejenak. Setelah lebih kurang 20 menit bercerita di dalam mobil, korban ingin istirahat dan langsung tidur. Belum lama tidur, dirinya membangunkan korban tetapi tidak bangun juga.
"Setelah itu saya meminta bantuan seorang perempuan pemilik warung di taman tersebut, dan perempuan tersebut memberikan balsem ke hidung korban tetapi korban tidak bangun juga," kata Suamiati.
Tak lama kemudian, warga sekitar langsung berkerumun untuk melihat kondisi korban. Setelah diperiksa, rupanya korban sudah tidak bernyawa lagi.
Mendapatkan informasi tersebut, tim dari Polsek Bangko dan Polres Merangin langsung turun ke lapangan.