Harga Pinang Terjun Bebas, Petani di Tanjab Barat Menjerit

Enam bulan harga piang tak kunjung membaik. Para petani pinang di Desa Pembengis Menjerit.

Harga Pinang Terjun Bebas, Petani di Tanjab Barat Menjerit
Tribunjambi/Darwin
Petani pinang di Desa Pembengis, Tanjab Barat, sedang menjemur hasil panen pinang. 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Darwin Sijabat 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Memasuki akhir tahun ini para petani pinang di Tanjab Barat menjerit. Pasalnya harga buah pinang semakin hari semakin murah.

Beberapa waktu terakhir, perubahan harga terjadi begitu siginifikan. Praktis hal ini membuat para petani pinang di Desa Pembengis, Kabupaten Tanjab Barat mengeluh.

Baca: Gempa 6,1 SR Guncang Papua, Warga Wamena Berhamburan Selamatkan Diri, Ini Info BMKG

Baca: Jokowi Langsung Selfi

Baca: Seekor Siamang Mati dengan Dada Tertembak di Gunung Raya

Abdul Ajis seorang petani pinang, mengakui jika untuk harga pinang bervariasi tergantung pada kering atau basah (segar).

"Sekarang murah pak, kering itu sekitar Rp 10 ribu per kilo, kalau basah Rp 8 ribu per kilo. Kalau dulu itu bisa sampe Rp 15 ribuan," katanya.

Diah juga mengeluhkan hal yang sama. Murahnya harga pinang saat ini sangat berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat Desa Pembengis yang mayoritas jadi petani pinang.

Ironisnya, para petani tak mampu berbuat banyak untuk memperbaiki harga pinang yang murah, selain pasrah.

Terlebih akhir-akhir ini kondisi cuaca di Jambi sering diguyur hujan, para petani pinang pun kesulitan untuk mengeringkan hasil panen buah pinang mereka.

"Harga pinang murah, cuaca hujan terus, jadinya lama kering. Makanya makin terasa semakin sulit," ungkapnya.

Baca: Sungai Batanghari Meluap, Ruas Jalan Tanjung Johor - Niaso Tergenang Air

Baca: Perbaikan Jalan Meloncat, Warga Kerinci: Ya, Kami Bingung Kenapa

Baca: 15 Tahun, Tunggakan Kios Pedagang Kramat Tinggi Capai Rp 2,1 M

Baca: Unggahan Ustaz Abdul Somad Soal Perayaan Tahun Baru Sudah Disukai Tiga Ratusan Ribu Kali

Mereka berharap kepada pemerintah serta instansi terkait yang memiliki kebijakan untuk dapat membantu masyarakat dengan harga pinang kembali normal. 

Sebab murahnya harga pinang telah dirasakan para petani pinang di Desa Pembengis enam bulan terakhir.

Penulis: Darwin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved