Ini Penyebab Siswa SMAN 3 Sarolangun Demo, Tuntut Kepala Sekolah Mundur
Puluhan siswa SMAN 3 Sarolangun, Kecamatan Pauh melakukan demonstrasi di halaman sekolahnya, Kamis (13/12).
Penulis: Wahyu Herliyanto | Editor: Teguh Suprayitno

Laporan wartawan Tribun Jambi, Wahyu Herliyanto
TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Puluhan siswa SMAN 3 Sarolangun, Kecamatan Pauh melakukan demonstrasi di halaman sekolahnya, Kamis (13/12).
Aksi puluhan siswa siswi ini bukan tanpa alasan, mereka merasa diberatkan dengan kebijakan pihak sekolah selama ini.
Salah seorang siswa mengatakan, bahwa aksinya ini digelar karena adanya dugaan penyelewengan dana bantuan operasional sekolah, sehingga tidak tepat sasaran.
"Kami minta agar Kepala Sekolah SMA 3 Sarolangun Sri Haryani, mundur dari jabatannya sebagai Kepala Sekolah. Karna selama ini, kebijakannya sangat merugikan para siswa," ujar siswa saat dikonfirmasi Tribunjambi.com.
Katanya, keinginan para siswa saat ini adalah, meminta Kepsek Sri Haryani mundur dari jabatannya dan juga, meminta kejelasan dana bantuan yang diberikan kepada pihak sekolah. Ke mana saja dana itu digunakan, karna selama ini juga para siswa diminta uang sumbangan.
"Salah satunya yakni, kami harus membayar tower jaringan internet sebesar Rp 95 ribu per siswa setiap tahunnya. Tentu ini sangat memberatkan, kami minta uang itu segera dikembalikan," pintanya.
Puluhan siswa ini juga mengeluhkan masalah fasilitas sekolah yang tidak kunjung dipenuhi. Dan selama ini para siswa disuruh belajar dengan cara duduk di lantai.
"Malah ada satu lokal yang tidak ada kursi dan mejanya, jadi terpaksa siswa harus belajar di lantai. Sementara kucuran dana terus mengalir ke sekolah ini, tentu saja kami mempertanyakan ke mana aliran dana itu saat ini," ungkapnya.
Baca: 2019, Pemandi Jenazah di Kelurahan Dapat Insentif dari Pemerintah Kota Jambi
Baca: Biaya Haji 2019 Dikabarkan Naik, Ini Komentar Kemenang Provinsi Jambi
Baca: Ini Solusi Wajah Bebas Kerutan dan Garis Halus
Baca: Tak Terima Rekannya Ditahan, Ratusan Pendekar Geruduk Kantor Perusahaan Sawit di Tebo
Sementara itu, dari pantauan Tribunjambi.com di lapangan, saat aksi digelar Kepsek SMA 3 Sarolangun tidak berada di tempat. Hanya ada beberapa orang guru. Namun mereka enggan dikonfirmasi terkait aksi puluhan siswanya tersebut.
Terpisah, Ronal, salah satu masyarakat setempat berharap, agar pihak sekolah bisa segera menyelesaikan permasalah tersebut, dengan cara menjelaskan kepada para siswa peruntukan dana yang dipungut dan yang diperoleh pihak sekolah.
"Ini sangat memalukan dunia pendidikan sebenarnya. Karna tenaga pendidik didemo oleh siswanya sendiri. Seharusnya, sebagai guru bisa memberi contoh yang baik kepada murid, bukan malah sebaliknya," pungkasnya.