2019, Pemandi Jenazah di Kelurahan Dapat Insentif dari Pemerintah Kota Jambi

Pemerintah Kota Jambi memberi apresiasi kepada petugas syara’, guru pondok pesantren, penceramah dan guru PAMI di Kota Jambi.

2019, Pemandi Jenazah di Kelurahan Dapat Insentif dari Pemerintah Kota Jambi
Tribunjambi/Rohmayana
Wakil Walikota Jambi, Maulana menyerahan intensif kepada pegawai Syara' di Kota Jambi. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Pemerintah Kota Jambi memberi apresiasi kepada petugas syara’, guru pondok pesantren, penceramah dan guru PAMI di Kota Jambi.

Para pejuang agama itu diberi insentif setiap bulan. Nominalnya berfariasi, mulai dari Rp 100-250 per bulan untuk satu orang.

Ada 1.227 petugas syara’ yang terdiri dari imam masjid, muazzin, pemandi jenazah, penceramah, guru madrasah yang diberikan insentif oleh Pemerintah Kota Jambi, Kamis (13/12).

Petugas Syara’ ada sebanyak 272 orang, mereka diberi Rp 150 per bulan untuk satu orang, guru pondok pesantren ada 900 orang, mereka diberi insentif Rp 100 ribu per bulan untuk satu orang, dan penceramah ada 55 orang, mereka diberi insentif Rp 250 ribu per bulan untuk satu orang.

“Ini kita berikan insentif Juli-Desember. Totalnya Rp 867. 300 juta,” kata Hendi Sauki, Kepala Bagian Kesra, Setda Kota Jambi, Kamis (13/12).

Maulana, Wakil Walikota Jambi mengatakan, Pemerintah Kota Jambi menyerahkan insetif tahap kedua periode Juli-Desember 2018, untuk seluruh imam masjid kecamatan dan kelurahan, pemandi jenazah, penceramah, guru madrasah.

Baca: Pemilu 2019, TPS di Kota Jambi Bertambah, Ini Penyebabnya 

Baca: Biaya Haji 2019 Dikabarkan Naik, Ini Komentar Kemenang Provinsi Jambi

Baca: Presiden Jokowi Ungkap Karakter Iriana Jokowi Saat Sedang Marah

Baca: Rusak Kunci Motor Hingga Dol, Ini Ganjaran yang Diterima Apriady

Maulana menyebutkan, Pemerintah Kota Jambi menyadari nilai insentif yang diberikan belum besar, namun hal itu merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap para imam, petugas syara dan guru agama.

“Ini tugas kami untuk mewujudkan pengembangan akhlak masyarakat Kota Jambi melalui guru agama,” kata Maulana.

Pengembangan akhlak kata Maulana, selain dilakukan di rumah rumah tangga, lingkungan keluraga, juga dilakukan di masjid.

“Kami bertekad akan meningkatkan insentif ini. 2019 akan dianggarkan untuk dua pemandi jenazah lagi setiap kelurahan. Karena dari kondisi di lapangan, kita lihat kekurangan pemandi jenazah di Kota Jambi,” imbuhnya.

Maulana mengungkapkan, pada 2019, pihaknya akan turun keliling ke masjid setiap kecamatan untuk Jumat keliling dan didikan subuh.

“Ini kita lakukan untuk mengembangkan akhlak,” pungkasnya.

Baca: Banyak Ternak Terserang Penyakit, Dinas Peternakan Bungo Sarankan 4 Cara Atasinya

Baca: Tak Terima Rekannya Ditahan, Ratusan Pendekar Geruduk Kantor Perusahaan Sawit di Tebo

Baca: Bukan Jabatan, Ini Alasan Antasari Azhar Ikhlas Dukung Jokowi jadi Presiden

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved