Kurangi Angka Kematian Banyi di Jambi, IPANI Gelar Workshop Nursing Manajemen of Newborn

Seminar ini juga bertujuan untuk mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka kematian bayi di Provinsi Jambi.

Kurangi Angka Kematian Banyi di Jambi, IPANI Gelar Workshop Nursing Manajemen of Newborn
Tribunjambi/rohmayana
Seminar “workshop Nursing Manajemen of Newborn di Ruang Pola Kantor Walikota Jambi, sabtu (8/12) 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Ikatan Perawat Anak Indonesia (IPANI) Provinsi Jambi menggelar seminar dan workshop Nursing Manajemen of Newborn di ruang pola kantor Walikota Jambi, Sabtu (8/12).

Seminar ini diikuti oleh perawat dari puskesmas dan rumah sakit di berbagai kota dan kabupaten yang ada di Provinsi Jambi.

Seminar ini berfokus pada penatalaksaan dan teknik perawatan pada bayi baru lahir yang mengalami kegawat daruratan atau bayi dengan resiko tinggi seperti bayi dengan gawat nafas, bayi berat lahir rendah (BBLR) atau masalah lainnnya yang terjadi pada bayi baru lahir.

"Seminar ini merupakan seminar yang ketiga kalinya dilaksanakan oleh IPANI sejak IPANI Provinsi Jambi dibentuk di Provinsi Jambi 2 tahun yang lalu," ujar ketua panitia seminar Musniwati.

Baca: Rektor Unja Sarankan 3 Hal Cegah Korupsi di Indonesia

Baca: Alasan Beli Token Listrik, Motor Yuli Lenyap Dibawa Boleng

Baca: Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Ini Daftar Harga Sembako di Pasar Angso Duo Jambi

Tema seminar tentang Nursing Manajemen of Newborn ini diangkat, mengingat pentingnya penanganan yang tepat dan cepat bagi bayi baru lahir yang beresiko tinggi, karena jika penanganan yang kurang tepat dapat menimbulkan kematian bagi bayi atau menimbulkan masalah kesehatan yang berlanjut sampai bayi tumbuh dewasa.

Dalam seminar ini materi diisi oleh Narasumber dari Rumah sakit yang telah berpengalaman dan banyak mengikuti pelatihan tentang penanganan masalah pada bayi baru lahir, yaitu Ns. Nurhayati, S.Kep perawat di ruang Perinatologi RS Cipto Mangunkusomo Jakarta, dr Mustarim, Sp.A konsultan perotologi RSUD Raden Mattaher Jambi.

Seminar dilanjutkan dengan workshop dengan melibatkan tim perinatologi RSUD Raden Mattaher Jambi.

Sementara itu, menurut penuturan salah satu peserta yang berasal dari Puskesmas S. Bungkal, Sungai Penuh, seminar yang digelar IPANI ini sangat bermanfaat.

“Seminar dan workshop ini sangat bermanfaat, karena dengan adanya seminar & workshop ini kami bida dapat ilmu dan pengalaman bari yang lebih terkini tentang penanganan bayi baru bahir yang beresiko tinggi,” ujarnya.

Baca: Siapa Sangka Dibalik Wajah Anggungnya, Gadis Ini Seorang Petarung

Baca: Relaunching, Taman Wisata Air Kito Tambah Wahana Taman Burung

Baca: VIDEO: Sosok Alya Nurshabrina, Miss Indonesia 2018 yang Jadi Finalis Miss World 2018

Ilmu ini akan langsung diterapkan di Sungai penuh, serta mensosialisasikan pengetahuan ini kepada perawat yang belum sempat mengikuti seminar ini.

Disampaikan oleh ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) IPANI Monalisa, bahwa seminar ini diadakan agar perawat di Provinsi Jambi dapat mengupdate ilmunya tentang cara penatalaksanaan dan perawatan pada bayi baru lahir yang mengalami masalah.

Seminar dan workshop ini dilaksanakan agar perawat bisa lebih memahami tentang perawatan bayi baru lahir agar tidak terjadi komplikasi atau akibat lanjut yang dapat mengurangi kualitas hidup bayi dimasa yang akan datang.

Seminar ini diharapkan meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan oleh perawat sehingga dapat memberikan pelayanan keperawatan yang lebih berkualitas.

Seminar ini juga bertujuan untuk mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka kematian bayi di Provinsi Jambi.

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved