Kendala Pendataan KAT di Batanghari, 'Ada Pula yang Memiliki Istri Banyak, Sehingga Susah Didata'

Ini kendala pemerintah dalam melakukan pendataan KAT di Batanghari, terutama untuk melegalitas keberadaan mereka.

Kendala Pendataan KAT di Batanghari, 'Ada Pula yang Memiliki Istri Banyak, Sehingga Susah Didata'
TRIBUN JAMBI/ABDULLAH USMAN
Kantor Dinas Sosial Kabupaten Batanghari di Muara Bulian. 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Ini kendala pemerintah dalam melakukan pendataan KAT di Batanghari, terutama untuk melegalitas keberadaan mereka. 

Setiap suku ataupun kelompok KAT yang berada di Kabupaten Batanghari, memiliki perbedaan sosial dan adat istiadat mereka. Hal itu pula yang menjadi kendala pemerintah untuk melakukan pendataan dan pengelompokan di suatu tempat untuk menetap.

Baca: Melanggar Estetika, 120 Personel Satpol PP Merangin Diturunkan Untuk Tertibkan PKL

Dikatakan Kabid Pemberdayaan dan Rehabilitas Sosial, Dinas Sosial Srimarta Puriana kepada tribunjambi.com mengatakan, yang menjadi kendala saat ini karena beberapa hal diantaranya terbentur dengan adat istiadat mereka.

Ditambah mereka menginginkan dibangunkan rumah dan kebun sementara saat ini pemda masih keterbatasan oleh hak lahan untuk mereka, termasuk kultur budaya untuk data, karena ada pula mereka yang memiliki istri banyak sehingga susah untuk pendataan.

"Selain itu kendala tempat menjadi hal utama yang kita hadapi, mereka juga tidak mau rumah batu dan harus panggung. Untuk tahun depan belum ada wacana untuk dilakukan pendataan terbaru bagi mereka yang belum terdata," Jelasnya.

Kepala Dinas Sosial Batanghari Fauzan mengatakan, kebanyakan dari SAD yang sudah memiliki data diri  baik KTP maupun KK dan menerima bantuan dari pemerintah, baik KIS, Rastra dan bantuan lainnya.

"Namun untuk di Sialang pungguk memang sedikit ada kendala baik status maupun kepemilikan data diri, karena mereka masih memegang adat istiadat yang tidak boleh difoto termasuk SAD dihajran sehingga terjadi kendala bagi kita untuk mendata mereka," Jelasnya.

Baca: Wabup Tanjabbar Apresiasi Hukuman Berat kepada Terpidana Narkoba di Wilayah Hukum Tanjabbar

Baca: Jika Ketahuan Reses Sambil Kampanye, Ini Konsekwensi Untuk Caleg  

Penulis: Abdullah Usman
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved