Kesehatan
Tanda-tanda Wanita sudah Memasuki Masa Menopause, Enam Penyakit Ini Rentan Menyerang
Menopause merupakan proses alami yang akan dialami oleh setiap wanita. Sebagian di antara kaum hawa menganggap menopause
Penulis: Fifi Suryani | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM - Menopause merupakan proses alami yang akan dialami oleh setiap wanita. Sebagian di antara kaum hawa menganggap menopause sebagai momok, dianggap tak lagi menarik dan sudah tua. Namun kondisi ini tentunya dapat diminimalisir.
Mengutip klikdokter.com, dr. Andika Widyatama menagatakan, pada dasarnya menopuase merupakan bagian dari periode transisi, perubahan masa reproduktif (subur) ke masa non-reproduktif (tidak subur) pada wanita.
Baca: Dikira Tertidur, Dua Remaja Ditemukan Tak Bernyawa di Dalam Mobil yang Mesinnya Hidup
"Menopause umumnya terjadi pada usia 41 hingga 55 tahun, tergantung dari siklus reproduksi normal masing-masing wanita," ujar Andika.
Tanda-tanda menopause lainnya, siklus menstruasi seorang wanita akan berakhir. Biasanya, kepastian dari keadaan ini adalah saat wanita sudah tidak mengalami periode menstruasi selama 12 bulan secara berurutan dan tidak ditemukan penyebab lain dari keadaan tersebut.
"Akibat menopause, tubuh wanita akan mengalami perubahan keseimbangan hormon. Kondisi ini membuat setiap wanita harus lebih menjaga kesehatan, karena dirinya lebih mudah terserang penyakit," jelas Andika.
Berikut, beberapa penyakit yang rentan dialami wanita ketika sudah menopause:
Osteoporosis
Salah satu fungsi hormon esterogen adalah mengontrol proses regenerasi tulang. Pada saat menopause, penurunan kadar hormon esterogen menyebabkan penurunan kepadatan tulang.
Baca: Sebelum Tergiur Iklan Produk Perbesar Mr P, Simak Penjelasan Dokter Berikut Ini
Baca: Percantik Miss V dengan Operasi Labiaplasty, Ini Plus Minusnya
Menurunnya kepadatan tulang meningkatkan risiko terjadinya keropos bahkan patah tulang, yang juga dikenal dengan istilah osteoporosis. Keadaan ini bisa sangat membatasi kemampuan seseorang untuk beraktivitas.
Diabetes mellitus
Penurunan kadar esterogen yang terjadi saat menopause dapat meningkatkan resistensi insulin di dalam tubuh. Resistensi insulin itu sendiri merupakan kondisi yang mendasari terjadinya diabetes mellitus.
Tak hanaya itu, peningkatan berat badan yang sangat mungkin terjadi setelah menopause juga membuat seorang wanita lebih berisiko mengalami diabetes mellitus.
Parahnya, perubahan keseimbangan hormon esterogen dan progesteron saat menopause juga turut menyebabkan kadar gula darah lebih fluktuatif. Hal ini membuat seorang wanita yang sebelumnya sudah mengalami diabetes mellitus berisiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi.
Penyakit jantung
Menopause dipercaya dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung pada wanita. Hal ini sehubungan dengan penurunan kadar hormon esterogen pada wanita yang sudah menopause.