Ban Pesawat Dikempis sampai Kejar Perompak ke Pantai, Aksi 'Nekat' Kopassus, Kopaska dan Marinir

Akhirnya, diam-diam ban-ban pesawat itu dikempiskan sehingga pesawat tidak dapat lepas landas. Kemudian, terjadi ....

Ban Pesawat Dikempis sampai Kejar Perompak ke Pantai, Aksi 'Nekat' Kopassus, Kopaska dan Marinir
Kolase anggota Kopassus di Thailand dan lubang-lubang di dinding pemisah pesawat, Kamis (9/4/1981). (Kompas/Kartono Ryadi/Dudy Sudibyo) 

TRIBUNJAMBI.COM - Suara tembakan terdengar beberapa kali.
Dor, dor, dor....

Hanya dalam hitungan menit, Pasukan Khusus Anti Teroris Indonesia telah menguasai DC-9 Garuda Woyla di Bangkok, Muangthai.

Para sandera bisa dibebaskan, setelah Pasukan Khusus Anti Teroris Indonesia tanpa kompromi menyerbu masuk kabin pesawat. Pasukan khusus itu menembak langsung para pembajak pesawat.

Catatan kompas, ada beberapa kali penyanderaan yang bisa digagalkan pasukan khusus TNI, Kopassus, Marinir dan Kopaska.

Woyla 1981

Sebelumnya, pesawat GA-206 DC-9 itu dibajak saat terbang dari Palembang menuju Medan.

Pembajak sempat meminta otoritas bandara Malaysia untuk mengisi bahan bakar di Malaysia sebelum akhirnya diterbangkan ke Bangkok.

Baca: Pasukan Elite TNI AL Kopaska Gunakan Topeng Tengkorak, Mengapa? Ini Dia Alasannya

Baca: Pisau Komando Mengerikan ini Jadi Identitas Kopassus, Pasukan Khusus Indonesia yang Ditakuti Dunia

Baca: 30 Hantu Putih Bikin 3.000 Pemberontak Angkat Tangan, Kongo sedang Dilanda Badai Mencekam

Pembajakan atas pesawat DC-9 Garuda Woyla itu ditumpas oleh Pasukan Khusus Indonesia pada hari Selasa (31/3/1981) pukul 02.36.

Tidak sembarang pasukan yang berangkat. Bahkan, Asisten Intelijen Departemen Hankam Letnan Jenderal TNI LB Moerdani terbang ke Bangkok untuk memimpin langsung operasi tersebut.

Kehadiran LB Moerdani di Bangkok mengirimkan sinyal terhadap siapa pun untuk tidak main-main dengan Indonesia.

Operasi Woyla oleh Kopassus
Operasi Woyla oleh Kopassus ()
Halaman
1234
Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved