1 Minggu Api Tak Padam, Berkobar Malam Hari, Jambi Siaga Darurat Karhutla Hingga November
Hingga kemarin, bom air dari udara terus dilakukan. Hingga sepekan kebakaran di sana masih berlangsung.
TRIBUNJAMBI.COM - Kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) di beberapa lokasi di Provinsi Jambi terjadi secara bersamaan. Dari beberapa titik lokasi tersebut, kebakaran di Desa Sogo, Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muarojambi, termasuk yang massif.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Muarojambi, M Zakir, mengatakan lahan di Sogo yang terbakar sekira 71 hektare. Ironisnya, hingga sepekan kebakaran di sana masih berlangsung.
Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Jambi, Erizal, mengatakan sampai saat ini ada beberapa lokasi kebakaran yang masih dalam proses pemadaman. Di Muarojambi ada dua lokasi, yakni di Sogo dan Pesona.
"Kalau di Tanjab Barat di Batang Asam dan Batanghari di Bajubang, sekarang masih proses pemadaman. Kalau di Sogo sudah satu minggu proses pemadaman," kata Erizal kemarin.
Menurut dia, pemadaman api di Sogo terkendala oleh ketersediaan air. Oleh karena itu langkah yang ditempuh adalah dengan bom air atau water bombing.
Sedikit berbeda dengan Erizal, M Zakir menyebut karhutla di Sogo hingga kemarin memasuki hari keenam. "Sekarang masih pendinginan, jumlah lahan yang terbakar 71 hektare. Pendinginan yang dilakukan oleh TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, aparat kecamatan dan desa, perusahaan dan masyarakat ikut," ujarnya kepada Tribun Jambi.
Hingga kemarin, bom air dari udara terus dilakukan.
Baca: Kementrian Sebut Kasus Perampokan DD Lopak Aur adalah Modus Baru dan Pertama Terjadi
Baca: Dana Desa Raib Dirampok, Pemdes Sebut Perkara Ditutup, Ini Kata Kasat Reskrim
Baca: Kumpulan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 2018, Via WhatsApp sampai Email
Sebelumnya diberitakan bahwa, pada Rabu (15/8) hingga Minggu (19/8) kebakaran di Desa Sogo yang merupakan lahan milik masyarakat mencapai 65 hektare. Artinya hingga kemarin luasan yang terbakar bertambah. Terpisah, Kapolres Muarojambi AKBP Mardiono mengatakan masih menyelidiki kasus kebakaran 71 hektare tersebut.
Sementara itu, Zakir bilang masih akan berkordinasi dengan pihak lain terkait siapa pemilik lahan tersebut.

Terkait karhutla, hingga kini Provinsi Jambi masih berstatus siaga darurat. Dan ini masih akan berlaku hingga November 2018. Erizal selaku Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Jambi bilang, dari catatan pihaknya sampai Agustus 2018 ini, luas kebakaran hutan di Provinsi Jambi sudah mencapai 460 hektare.
"Ada 20 persennya di kawasan gambut. Sisanya di tanah mineral," kata dia usai apel siaga.

Selama Januari-Agustus ada 155 hotspot yang terpantau.
Menurutnya, pemadaman karhurtla harus digalakkan agar tidak menganggu Asian Games yang digelar di Palembang.

"Karena itu kita sudah ada tim satgas yang terus bekerja mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di Jambi," katanya.
Menurut Erizal, saat ini di Jambi belum terpantau adanya kabut asap.
Baca: Dana Desa Raib Dirampok, Pemdes Sebut Perkara Ditutup, Ini Kata Kasat Reskrim