Kasus Suap CPNS

Sidang Kasus Suap Honorer K2 Sarolangun, Sekda Sempat Minta M Daud Kembalikan Uang

Sekda Kabupaten Sarolangun, Tabroni Rozal turut hadir memberikan kesaksian dalam sidang dugaan suap CPNS K2 atas terdakwa M Daud

Sidang Kasus Suap Honorer K2 Sarolangun, Sekda Sempat Minta M Daud Kembalikan Uang
TRIBUN JAMBI/MAREZA SUTAN AJ

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sekda Kabupaten Sarolangun, Tabroni Rozal turut hadir memberikan kesaksian dalam sidang dugaan suap CPNS K2 atas terdakwa M Daud, Rabu (15/8/18).

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi itu, dia menyebut M Daud tidak masuk dalam kepanitiaan penerimaan CPNS Sarolangun pada 2013 lalu.

"Dia tidak masuk dalam panitia, tapi dia memang banyak kenal dengan orang," kata dia di persidangan.

Baca: Sidang Kasus Suap CPNS Honorer K2 Sarolangun, Jaksa Hadirkan Empat Saksi

Dia membeberkan, tahu kasus ini dari keluarganya yang sempat membayar sejumlah uang pada M Daud, Siti Mariam. Mariam sempat menceritakan pada Tabroni, telah menyerahkan uang dan dijanjikan akan lulus oleh M Daud. Namun kenyataannya, Mariam justru tidak lulus.

"Waktu itu, Mariam cerita ke saya, ada kasih uang ke beliau (M Daud). Saya sempat bilang ke dia, 'kenapa kamu serahkan pada dia? Kenapa tidak bilang dulu ke saya?" terangnya.

Dia sempat menanyakan kebenaran hal tersebut pada M Daud. Dalam keterangannya, M Daud membenarkan hal itu.

"Kalau memang iya, kembalikan segera duit itu. Jangan berlarut-larut. Tapi, dia tidak mampu (mengembalikan uang)," ujarnya.
Mengenai Tamim, dia mengatakan, saat itu Tamim sebagai ketua BKD. Sementara itu, M Daud sebagai Kasubag Keuangan di Dinas Pendidikan Sarolangun.

Baca: Kawasan Kumuh Berkurang Hingga 15 Persen Pertahun

Baca: VIDEO: Terima Tiga Surat Penolakan Vaksin MR dari Orangtua Siswa, Ini Kata Dinkes Batanghari

Untuk diketahui, terdakwa diduga menerima hadiah dari 26 orang sekitar tahun 2013 lalu. Hadiah berupa uang tersebut diberikan peserta test Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Sarolangun tahun 2013 dari formasi tenaga honorer kategori II dengan total keseluruhan sebesar Rp 1,335 miliar.

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 11 Undang-undang No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang No. 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Halaman
12
Penulis: Mareza
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved