Victor Berharap Majelis Hakim Putus Perkara Berdasarkan Fakta

"Agus Salim mengakui, uang itu bukan untuk Asmardi. Asmardi hanya sebagai pengantara. Saksi-saksi lainnya juga ...."

Victor Berharap Majelis Hakim Putus Perkara Berdasarkan Fakta
Ilustrasi suap. (FIKRIA HIDAYAT)

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Jelang putusan majelis hakim, penasihat hukum Asmardi satu di antara terdakwa kasus dugaan suap yang tertangkap tangan Polres Kerinci beberapa waktu lalu, Victorianus Gulo, angkat bicara. Dia berharap majelis hakim memutus perkara sesuai fakta persidangan.

"Harapan kita, hakim memutus sesuai dengan fakta persidangan. Dalam fakta persidangan Pak Asmardi, harusnya dikenakan pasal 55 KUHPidana sebagai yang turut serta," jelasnya via WhatsApp, Jumat (10/8/18) malam.

Menurutnya, yang menjadi inisiator memutuskan menyerahkan uang adalah Agus Salim. Uang tersebut akan diberikan pada oknum di Kejari Sungai Penuh

"Agus Salim mengakui, uang itu bukan untuk Asmardi. Asmardi hanya sebagai pengantara. Saksi-saksi lainnya juga yang telah diperiksa dari pegawai PDAM mengakui," lanjutnya.

Dia mengatakan Agus Salim bertemu Asmardi yang diperkenalkan Bambang yang juga pegawai PDAM. Sebelum itu, oknum di kejaksaan sudah bernegosiasi jumlah uang dengan Agus Salim.

"Dia meminta 20 persen, 15 persen, sampai 10 persen, lobinya dari sisa uang hibah program air minum untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Dan juga dengan nominal uang dari Rp 500 juta, Rp 400 juta, sampai dengan Rp 350 juta. Artinya, uang tersebut untuk bukan untuk Asmardi," paparnya.

Untuk itu, dia berharap, majelis hakim dapat memutuskan yang seringan-ringannya kepada kliennya. Atau, kata dia, majelis hakim menerapkan pasal 55 KUHPidana.

"Berdasarkan fakta itu, kami mohon putusan yang seringan-ringannya, atau hakim menerapkan pasal 55, menyatakan Asmardi turut serta, bukan pelaku utama," katanya.

Mengenai akan terseretnya tersangka lain, Victor mengharapkan hal itu.

Sebelumnya, Victor telah menyampaikan pembelaan atas kliennya pada sidang pledoi yang digelar Rabu (8/8/18). Sidang akan kembali digelar di Pengadilan Tipikor Jambi pada Rabu (15/8/18) dengan agenda putusan.

Sebagai informasi, kasus ini berawal dari tangkap tangan yang dilakukan anggota Polres Kerinci, Jumat (29/12/17). Kasus ini menjerat mantan Pjs PDAM Tirta Sakti, Agus Salim dan Kasubag Bin Kejari Sungai Penuh, Asmarsi. Keduanya ditangkap di Bukit Sintiong. Dari tangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti uang sebesar Rp 350 juta.

Uang tersebut diduga akan diberikan, terkait beberapa proyek PDAM yang tengah ditangani oleh Kejari Sungai Penuh. Satu di antaranya adalah proyek pemasangan sambungan PDAD untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kabupaten Kerinci.

Baca: PAN Dukung Prabowo, Bagaimana Nasib Kadernya di Kabinet Jokowi?

Baca: Detik-detik Maruf Amin Ditelepon Buat Jadi Cawapres Jokowi, Saat Itu Ia Mengaku Sedang. . .

Penulis: Mareza
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help