Pada Usia Lanjut, Sri Parijamiatun Urus 77 Lansia Tak Mampu dan Tak Diurus Keluarganya

Sri Parijamiatun (67) terpilih sebagai satu diantara lansia yang menerima penghargaan anugerah amal bhakti lansia kepada lansia

Penulis: Nurlailis | Editor: Fifi Suryani
TRIBUN JAMBI/NURLAILIS
Sri Parijamiatun (67) terpilih sebagai satu diantara lansia yang menerima penghargaan anugerah amal bhakti lansia. 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Nurlailis

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sri Parijamiatun (67) terpilih sebagai satu diantara lansia yang menerima penghargaan anugerah amal bhakti lansia kepada lansia yang berprestasi 2018. Ini merupakan penghargaan pertamanya dan ia sama sekali tidak menyangka akan mendapatkan penghargaan ini.

Ia merupakan pengelola dari Rumah Bersalin Budi Waluyo yang juga mengurus 77 orang lansia. Ia menceritakan pada awalnya ia hanya membina sebanyak 50 orang pada 2006.

Baca: Gini Ratio Jambi Dibanding Nasional Lebih Rendah

“Saya membina lansia yang tidak diperhatikan keluarga sebanyak 50 orang. Sekarang sudah 77 orang. Dari 2006-2014 itu biaya mandiri. Saat 2014 itu mendapat bantuan dari pemerintah dan ada juga yang dari masyarakat hingga saat ini,” ceritanya kepada tribunjambi.com, Rabu (18/7).

Usia dari para lansia ini rata-rata 60 keatas. Pembinaan yang dilakukan ini dalam bentuk kesehatan, olahraga, pengrajin bagi mereka yang masih tangguh. Pengrajin ini bisa dikatakan menghasilkan tapi hanya untuk dirinya sendiri. Bentuk kerajinannya adalah sapu lidi, anyam tikar, buat kue dan sebagainya.

Ada juga yang sudah tidak bisa apa-apa itu dibantu oleh pembimbing. Mereka lah yang mengurusi para lansia yang sudah tidak bisa apa-apa lagi. Ia dibantu oleh 11 orang pebimbing.

Ia mengatakan asal dari para lansia ini adalah Kota Jambi saja. Ia bersama pembimbing lain mencari lansia yang tidak mampu dan yang tidak diperhatikan keluarganya. Lansia ini ada yang punya keluarga tapi seperti diasingkan, ada juga yang sudah tidak punya keluarga sama sekali.

Baca: Warga Tungkal Ilir Ditangkap Lantaran Curi Sepeda Motor. Aksinya Tergolong Pintar

Baca: Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke 22 Pemprov Jambi

“Suka duka itu banyak kadang-kadang kalau ada yang berkunjung mereka ingin dibawakan sesuatu kalau tidak mereka ngambek. Kadang kan ada orang yang hanya ingin bersilaturahmi,” ucapnya.

Ia menjelaskan dari 77 lansia ini dibagi beberapa orang. Satu pembimbing mengurus kurang lebih lima orang. Jadi setiap lansia mendapat jadwal kunjungan sekali dalam seminggu yang sudah diatur jadwalnya.

Kegiatan lain yang dilakukan adalah seminggu sekali mengukuti senam lansia dan ceramah untuk para lansia ini.

Megenai alasan kenapa ia mau membina para lansia adalah karena ia ingin beramal. “Saya senang melakukan ini karena sekarang usia saya sudah 67 tahun. Saya kepingin beramal untuk diakhirat. Saya ingin berbakti kepada siapapun,” ujarnya.

Ia berharap semoga pemerintah memperhatikan ibu-ibu atau bapak-bapak yang usianya sudah 60 tahu keatas, yang hidupnya sudah susah dan tidak diperhatikan keluarga. Semoga pemerintah memperhatikan lansia dengan turun tangan secara langsung.

Sehari-hari ia berprofesi sebagai bidan. Rumah Bersalin Budi Waluyo berlokasi di Kawasan Sungai Sawang.

Baca: VIDEO: Kasus Pembangunan Embung Sungai Abang Dilimpahkan ke JPU Kejati Jambi, Ini Tersangkanya

Baca: Habis Sidak, Fasha Sempatkan Ngobrol dengan Pedagang Bakso Bakar

Baca: Astri Yonanda, Magister Manajemen Perikanan yang Mengembangkan Diri di Dunia Perhotelan

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved