Kasus Pembunuhan

Ini Alasan Eko Bunuh Tetangganya Sendiri. Ternyata, Sepele, Karena Curhatannya Tak Ditanggapi

Eko (23) tersangka pembunuhan tetangganya sendiri, Wahyu (27) warga RT 14, Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, Jumat

Ini Alasan Eko Bunuh Tetangganya Sendiri. Ternyata, Sepele, Karena Curhatannya Tak Ditanggapi
tribunjambi/rian
Warga mendatangi rumah korban pembunuhan di Legok, Kecamatan Danau Sipin 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Rian Aidilfi Afriandi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Eko (23) tersangka pembunuhan tetangganya sendiri, Wahyu (27) warga RT 14, Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, Jumat (6/7) lalu, masih diperiksa intensif oleh penyidik Polsek Telanaipura.

Ini disampaikan oleh Kapolsek Telanaipura, AKP Teguh Patriot. Ia mengatakan, dalam pemeriksaan dirinya sudah bisa dimintai keterangan secara normal. Sebelumnya, dia sulit bercerita lantaran, diduga dipengaruhi obat-obatan terlarang.

"Setelah diperiksa urinenya, ternyata tersangka positif menggunakan sabu dan ekstasi," ujar Teguh saat dikonfirmasi, Rabu (11/7).

Baca: Penyidik KPK Datangi Lapas Jambi. Empat Terpidana Kasus Uang Ketok Palu Kembali Diperiksa

Teguh menegaskan, Eko membunuh Wahyu dalam pengaruh barang haram itu.

Dalam interogasi kepada tersangka, dibeberkan Teguh bahwa motivnya melakukan perbuatan kejinya itu didasari rasa sakit hati.

Lantaran curhatannya mengenai adiknya yang akan menikah hari itu tak digubris oleh Wahyu.

Saat itu, di kamar Wahyu tidak hanya ada Eko saja. Melainkan ada seorang temannya lagi bernama Diki yang ikut mendengarkan curhatannya itu.

"Jadi si Eko ini cerita ke Wahyu dan Diki kalau dia dilangkahi oleh adiknya mau menikah. Tapi tak ditanggapi oleh Wahyu, Eko malah diusirnya pulang. Di situ dia merasa tersinggung dan keluar kamar Wahyu," terangnya.

Dilanjutkannya, ternyata Eko bukan pulang. Dia malah pergi ke dapur rumah Wahyu untuk mengambil sebilah pisau. Dan kembali ke kamar tersebut.

"Di situlah pembunuhan itu terjadi. Diki coba melerai, tapi tak bisa karena badan Eko terlalu besar," jelasnya.

Baca: Daftar Pemilih Sementara Sarolangun Capai 188.931 Orang

Baca: Serapan Anggaran Belanja Langsung di Muarojambi, Dinas PU Paling Rendah

Kata Teguh, pihaknya juga sudah memeriksa Diki sebagai saksi.

"Saat ini kita masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada tersangka dan melakukan pemberkasan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa pembunuhan Wahyu itu terjadi sekira pukul 07.00. Selain itu, Rohimah dan Yogi, ibu dan adiknya Wahyu juga ikut mendapat luka sayatan di tubuhnya. Lantaran mencoba menahan Eko yang hendak kabur. Alhasil, Eko dapat diamankan warga sekitar.

Atas perbuatannya, Eko diganjar pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman 12 tahun penjara.

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help