VIDEO

VIDEO: Pukul Proyektil Peluru dengan Palu, Letusan Terjadi di Ponpes Pemayung

Kejadian peluru meletus yang mengakibatkan seorang siswa pesantren luka pada bagian plipis kepala, terjadi pada Kamis (5/7/2018)

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Proyektil peluru meletus yang mengakibatkan seorang siswa pesantren luka pada bagian pelipis kepala, terjadi pada Kamis (5/7/2018), sekitar pukul 11.30 di asrama pesantren.

Berdasarkan keterangan Polsek Pemayung, terjadinya ledakan akibat proyektil peluru tersebut terjadi di dalam asrama korban. Saat itu asrama dalam keadaan tidak terlalu ramai.

Saat korban memukul proyektil dengan palu bermaksud untuk memisahkan selongsong yang akan dijadikan kalung. Peluru tersebut meletus bahkan sempat beberapa kali memantul di dinding asrama sebelum akhirnya mengenai korban.

Baca: Berkas Tersangka Pungli K2 Disdik Sarolangun akan Dilimpahkan Senin Besok

" Koraban mengolah proyektil tadi didalam asramanya, ketika ditokok menggunakan palu meledak dan terpental mengenai plipisnya," Jelas Kapolsek Akp Iskandar kepada Tribunjambi.com.

Lanjutnya, usai kejadian tersebut korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Kota Jambi untuk mendapatkan pertolongan medis.

Setelah mendapatkan laporan, pihak polsek langsung mendatangi pesantren dan mengamankan asrama. Dari hasil pemeriksaan TKP didapati sebuah palu, jarum jahit sendal dan satu buah selongsong peluru yang telah meletus.

Diketahui, korban mendapatkan proyektil tersebut dari seorang temannya berinisal T yang saat ini sudah DO dari pesantren tersebut.

"Untuk rekan korban berinisial T, yang saat ini telah DO dari pesantren tersebut masih akan ditelusuri dan dimintai keterangan dimana yang bersangkutan menemukan proyektil tersebut," Jelas Kapolsek kepada Tribunjambi.com

Baca: Komunitas Youth Move Up - Bermula dari Instagram, Sekarang Miliki Ribuan Member

Baca: Fun Walk Bersama BPR-BPRS Nasional, Serentak di Seluruh Indonesia. Di Jambi Berhadiah Motor

Penulis: Abdullah Usman
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help