Pernah Dengar Bayi Masih Berusia 40 Hari Gak Boleh Dibawa Keluar Rumah, ini Penjelasannya

Wah, padahal Mama sudah bosan di rumah terus. Selain itu, Mama juga ingin mengajak si kecil jalan-jalan menemui keluarga atau teman-teman Mama.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
nakita
ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Banyak mitos yang kita dengar mengenai bayi yang baru lahir. Misalnya, ada kepercayaan orang Indonesia yang mengatakan bahwa sebelum berusia 40 hari bayi belum boleh diajak keluar rumah.

Wah, padahal Mama sudah bosan di rumah terus. Selain itu, Mama juga ingin mengajak si kecil jalan-jalan menemui keluarga atau teman-teman Mama.

Jadi, benarkah anggapan tersebut?

Baca: Terungkap! ini 5 Alasan Banyak Orang Mau Bergabung ISIS

Baca: Hasil Penelitian Ungkap 10 Pekerjaan Ini Rawan Selingkuh dengan Rekan Kerja

Baca: Ditanya Kenapa Tidak Tahu Rincian Berkas Bansos 2007, M Jamaah: Kami Hanya Tanda Tangan

 
Tidak ada bukti ilmiah mengenai kapan bayi yang baru lahir diperbolehkan keluar rumah.

Tetapi dengan segala pertimbangan, usia 3-4 bulan dianggap umur yang dinilai aman bagi si kecil untuk mulai bepergian keluar.

Itu pun dengan catatan jaraknya tidak terlalu jauh, tidak terlalu lama, dan menggunakan transportasi yang aman serta nyaman (seperti mobil pribadi atau taksi).

Sebenarnya, ada beberapa alasan mengapa bayi belum boleh keluar rumah sebelum 40 hari. Apa saja? Ini dia beberapa di antaranya:

Alasan #1. Menunggu ibu pulih dari proses persalinan.

Secara medis, 40 hari adalah waktu yang dibutuhkan bagi ibu untuk memulihkan diri dari persalinan.

Komplikasi yang bisa saja terjadi setelah melahirkan antara lain pembekuan darah, infeksi, atau perdarahan.

Hal ini umumnya terjadi dalam dua minggu pertama setelah melahirkan, namun jarang terjadi.

Baca: Buaya di Sungai Citarum Bandung Belum Tertangkap, Upaya BKSDA Belum Buahkan Hasil

Karena itu kebanyakan dokter menyarankan agar ibu menunggu setidaknya tiga atau empat minggu sebelum keluar dari rumah.

Untuk ibu yang bersalin melalui operasi caesar, biasanya baru aman untuk bepergian setelah enam minggu.

Alasan #2. Bayi masih rentan terkena penyakit.

Kondisi bayi yang masih kecil membuatnya menjadi lebih rentan terkena pelbagai penyakit.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved