Direkrut Secara Online, Bambang Tak Menyangka Pegawai Kedai Kebabnya Teroris

Anto, terduga teroris yang ditangkap polisi di Tangerang, Rabu (16/5/2018) ini, bekerja

Editor: rida
Youtube
Penangkapan terduga teroris di Tangerang oleh Densus 88 

TRIBUNJAMBI.COM- Anto, terduga teroris yang ditangkap polisi di Tangerang, Rabu (16/5/2018) ini, bekerja sebagai pegawai sebuah kedai kebab.

Ia direkrut jadi pegawai secara online.

Bambang yang merupakan ayah dari majikan Anto menceritakan hal itu.

Anak pertama Bambang membuka lowongan kerja penjaga kedai kebab yang berada di kawasan Graha Bintaro, Tangerang Selatan.

"Dia direkrut dari internet, kan anak pertama saya buka usaha kebab," ujar Bambang di Perumahan Kunciran Mas Permai, Rabu malam.

Baca: Asyiknya Ruang Kepala Biro Pendidikan Mental dan Spiritual DKI Jakarta, Mirip Kedai Kopi

Baca: Jokowi Angkat 4 Stafsus, Fadli Zon: Kerja Buat Negara Atau Calon Presiden?

Baca: Soal Pelepasan Saham Bir Pemprov DKI, Pimpinan Dewan: Harus Dikaji Terlebih Dahulu Dong

Menurut Bambang, Anto diterima sebagai pegawai kebab karena memiliki pengalaman bekerja di salah satu outlet kebab di Jakarta.

Bambang tidak pernah melihat Anto melakukan kegiatan mencurigakan.

Seperti pegawai pada umumnya, Anto berangkat kerja jelang siang dan pulang malam hari.

Ia mengatakan, sebelum resmi menjadi pegawai, Anto diminta untuk menandatangani pernyataan yang menyatakan bahwa Anto tidak pernah mengikuti organisasi tertentu yang melanggar hukum.

"Kan pakai surat pernyataan tidak mengikuti organisasi terlarang, ada juga tidak menggunakan narkoba. Kalau di luar itu, anak saya tidak tahu," ujar Bambang.

Baca: Hukum Membaca Niat Puasa Ramadan Sekali untuk Sebulan Penuh, Boleh Tidak?

Baca: Bupati Batanghari Sidak ke Lima OPD, Dua Kepala Dinas Belum Datang

Baca: Imam Besar Istiqlal: Jihad Itu Untuk Menghidupkan Orang Bukan yang Mematikan Orang

Anto ditangkap Densus 88 di wilayah di Tangerang hari ini.

Densus kemudian membawa Anto ke kediamannya yang berlokasi di Perumahan Kunciran Mas Permai.

Baca: Aneh! Pemain Marseille Buang Bola Jauh ke Sisi Kiri Pertahanan Atletico, Ternyata Ada Tujuannya!

Baca: Anies Baswedan: San Miguel Berminat Beli Saham Pemprov DKI di Perusahaan bir PT Delta Djakarta

Baca: Pagi-pagi Sidak Kantor Dinas, Bupati Batanghari Sudah Beri Ampunan, Ada Apa?

Baca: Puasa, Ajang Pembelajaran Buat Anak-anak di Kota Jambi

Dari dalam kamar Anto, polisi mengamankan buku jihad dan sebuah bendera berwarna hitam dengan tulisan arab berwarna putih.

Selain Anto, Densus 88 mengamankan dua terduga teroris di lokasi berbeda di Tangerang.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, terduga teroris yang ditangkap di Tangerang merupakan jaringan atau kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"Ini kelompok JAD Jakarta," ujar Setyo, saat jumpa pers di Kantor Mabes Polri, Jakarta.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Majikan Kedai Kebab Tak Tahu Pegawainya Terduga Teroris", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/05/16/22414581/majikan-kedai-kebab-tak-tahu-pegawainya-terduga-teroris.

Penulis : Kontributor Jakarta, David Oliver Purba

Editor : Egidius Patnistik

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved