Hukum Membaca Niat Puasa Ramadan Sekali untuk Sebulan Penuh, Boleh Tidak?

Niat puasa Ramadan dilakukan setiap malam sebelum melaksanakan puasa hari esoknya.

Editor: rida
Kolase
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM- Niat puasa Ramadan dilakukan setiap malam sebelum melaksanakan puasa hari esoknya.

Puasa tidak sah tanpa niat sebelum subuh menjelang.

Namun, terkadang ada beberapa orang yang lupa melakukan niat puasa.

Alhasil puasanya tidak sah karena tidak melakukan niat.

Muncul beberapa anjuran untuk berniat puasa selama sebulan penuh.

Melansir nu.or.id, niat puasa sebulan penuh sekaligus, sah menurut Madzhab Hanafi.

Baca: Imam Besar Istiqlal: Jihad Itu Untuk Menghidupkan Orang Bukan yang Mematikan Orang

Baca: Aneh! Pemain Marseille Buang Bola Jauh ke Sisi Kiri Pertahanan Atletico, Ternyata Ada Tujuannya!

Baca: Anies Baswedan: San Miguel Berminat Beli Saham Pemprov DKI di Perusahaan bir PT Delta Djakarta

Menurut Madzhab Hanafi, puasa seseorang dengan niat sebulan penuh di awal Ramadhan dinilai sah meskipun ia tidak menetapkan niat puasa setiap malam.

Hal ini untuk berjaga-jaga supaya saat lupa melakukan niat puasa di malam hari.

Tapi dianjurkan untuk tetap melakukan niat puasa Ramadhan pada malam hari.

Hal yang berbeda disebutkan melalui Madzhab Syafi’i yang disebutkan Syekh Taqiyyuddin Abu Bakar bin Muhammad Al-Hishni dalam Kifayatul Akhyar.

Baca: Pagi-pagi Sidak Kantor Dinas, Bupati Batanghari Sudah Beri Ampunan, Ada Apa?

Baca: Puasa, Ajang Pembelajaran Buat Anak-anak di Kota Jambi

Baca: Dirawat Karena Operasi Usus Buntu dan Tensi Rendah, Kalina Ocktaranny Hanya Ditemani Pembantu

Mereka meyakini, niat puasa Ramadhan wajib dilakukan setiap malam.

Hal ini karena puasa setiap hari sepanjang Ramadhan merupakan ibadah terpisah.

Menurutnya, niat puasa Ramadhan sebulan penuh sekaligus hanya sah pada puasa hari pertama.

ولا يصح الصوم إلا بالنية للخبر. ومحلها القلب, ولايشترط النطق بها بلا خلاف, وتجب النية لكل ليلة لان كل يوم عبادة مستقلة , ألا ترى أنه لا يفسد بقية الأيام بفساد يوم منه. فلو نوى الشهر كله, صح له اليوم الأول على المذهب.

Artinya, “Puasa tidak sah tanpa niat. Keharusan niat didasarkan pada hadits. Tempat niat itu di hati. Karenanya, niat tidak disyaratkan secara lisan. Ketentuan ini disepakati bulat ulama tanpa perbedaan pendapat. Niat puasa wajib dipasang setiap malam. Karena, puasa dari hari ke hari sepanjang Ramadhan merupakan ibadah terpisah. Coba perhatikan, bukankan puasa Ramadhan sebulan tidak menjadi rusak hanya karena batal sehari? Kalau ada seseorang memasang niat puasa sebulan penuh di awal Ramadhan, maka puasanya hanya sah di hari pertama. Demikian pendapat ini madzhab (Madzhab Syafi’i),” (Lihat Taqiyuddin Abu Bakar Al-Hishni, Kifayatul Akhyar)

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved