Relationship

Ragu Menikah karena Ukuran 'Mr P' Hanya 2 Cm, Bisakah Dok?

Mempunyai ukuran penis (Mr P) kecil kadang membuat laki-laki merasa minder. Ada perasaan tidak akan bisa memuaskan pasangan,

Penulis: Fifi Suryani | Editor: Fifi Suryani
zoom-inlihat foto Ragu Menikah karena Ukuran 'Mr P' Hanya 2 Cm, Bisakah Dok?
Gawker
ILUSTRASI

TRIBUNJAMBI.COM - Mempunyai ukuran penis (Mr P) kecil kadang membuat laki-laki merasa minder. Ada perasaan tidak akan bisa memuaskan pasangan, bahkan ada yang menganggap tidak dapat melakukan hubungan intim.

Benarkah demikian? Seorang netizen, berusia 27 tahun menyampaikan uneg-unegnya ini ke layanan konsultasi akun klikdokter.com yang kemudian diunggah kembali di Facebook, Sabtu (12/5) pukul 15.00 WIB.

Baca: Pemkot Larang Tempat Hiburan Beroperasional Selama Puasa

Berikut pertanyaannya:

Selamat malam dok, Saya seorang pria 27 tahun, berencana menikah tahun ini. Tetapi, saya ragu untuk menikah karena ukuran penis saya yang hanya 2cm ketika ereksi. Saya sudah sampaikan kepada calon istri saya mengenai hal ini, dan dia tidak keberatan asalkjan dapat melakukan penetrasi normal. Jadi saya mau bertanya apakah penis dengan panjang seperti itu masih kategori normal? Dan apakah saya masih dapat melakukan hubungan seks (cukup panjang untuk penetrasi)?

Dokter pengasuh, dr. Sara Elise Wijono Mres pun menanggapi pertanyaan pemuda tersebut. Menurut dr. Sara, ia memahami kekhawatiran yang dirasakan pria tersebut. Mikropenis adalah ukuran penis yang kecil.

"Penelitian pada Asian Baby menyimpulan bahwa jika ukuran penis lahir ( 0 - 3 hari ) kurang dari 2,6 cm maka Anda harus waspada karena masuk pada mikropenis," jelas Sara.

Baca: Teater Kuju FIB Unja Tampilkan Pertunjukan Arwah si Jontu, Angkat Tentang Perbedaan

Baca: VIDEO: Sambut Ramadan, Gen PPJ Ajak Delete Dosa, Approve Maaf dan Hunting Pahala

Besar kecilnya ukuran penis seseorang dipengaruhi oleh beberapa hal:

1. Gangguan hormon pertumbuhan. Jika kadar kedua hormon ini rendah maka akan mengganggu pertumbuhan alat kelamin bagian luar termasuk penis.

2. Gangguan genetik. Jadi ada gen tertentu yang ikut menentukan besar kecilnya ukuran penis.

3. Pengaruh lingkungan dalam hal ini nutrisi. Contoh : hal ini terjadi jika laki-laki pada masa anak-anak mereka banyak makan ayam yang disuntik hormon wanita untuk menggemukannya.

4. Obesitas juga akan mengganggu metabolisme hormon testosteron, sebab jika terlalu gemuk hormon testosteron yang membantu pertumbuhan genetalia akan di aromatisasi (diubah) menjadi hormon estrogen. Jika anak Anda gemuk maka coba arahkan untuk olahraga.

Menurut Sara, belum ada studi yang meneliti ukuran penis rata-rata orang Indonesia, namun umumnya tidak jauh berbeda dengan ukuran penis yang ditemukan pada satu wilayah regional Asia, yaitu 8-11 cm saat tidak ereksi dan 12-14 cm saat ereksi dengan diameter rata-rata sekitar 3,2 cm.

Baca: Remitansi di Jambi Belum Terpantau

Baca: Ramadan Pertama di Jambi, Indogrosir Adakan Festival Ramadan. Dari Produk Basic Hingga Parsel

Baca: Job Fair 2018- Tercatat 700 Pencaker Sudah Masukkan Lamaran, Masih Ada 900-an Posisi Lagi

"Penis dianggap kecil (abnormal) jika panjangnya kurang dari 7,6 cm saat mengalami ereksi (mikropenis). Jadi, secara normal, ukuran penis saat tidak ereksi memang lebih pendek. Namun, pada orang yang lebih gemuk dapat secara semu terlihat ukuran penisnya terbenam karena lemak di daerah perut dan selangkangan," jelasnya.

Bagaimana dengan hubungan seksual? Sara menjelaskan, ukuran bukanlah suatu hal yang dapat menentukan kepuasan saat berhubungan seksual. Menurut hasil survey yang dilakukan oleh sebuah majalah wanita menyebutkan bahwa 50 persen wanita di Indonesia kecewa tidak mendapatkan kepuasan seksual pada saat berhubungan intim.

Namun, faktor utama yang menimbulkan ketidakpuasan tersebut adalah disfungsi ereksi dan ejakuliasi dini. Hampir tidak ada wanita yang mengemukakan ketidakpuasan berasal dari ukuran penis yang terlalu kecil. Organ erogen wanita (klitoris) terletak sekitar 1 cm dari bibir luar vagina, jadi meskipun ukuran penis Anda kecil namun Anda tetap dapat merangsangnya pada daerah tersebut ataupun pada dearah-daerah sensitif lain pada wanita untuk menimbulkan kepuasan seksual.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved