Hujan Tangis di Ruang Sidang, Erwan Malik 'Teriak' 'Saya merasa dimanfaatkan'

"Saya dipanggil berkali-kali di kantor Cornelis Buston, baik sendiri maupun bersama Arfan pada Oktober. Tiga kali dipanggil"

Hujan Tangis di Ruang Sidang, Erwan Malik 'Teriak' 'Saya merasa dimanfaatkan'
Tribun Jambi/Hanif Burhani
Suasana sidang pleidoi tiga terdakwa kasus uang ketok palu diwarnai isak tangis di Pengadilan Tipikor Jambi, Senin (16/4). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sidang pleidoi tiga terdakwa kasus dugaan suap ketok palu RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018, diwarnai isak tangis. Pantauan tribunjambi.com, bukan hanya dari terdakwa, tangis juga pecah dari keluarga terdakwa.

Mantan Asisten III Setda Provinsi Jambi, Saipudin yang tampak dominan menangis. Sepanjang ia membacakan pleidoinya, air matanya tumpah. Ia terisak. Tak terkecuali anaknya yang turut hadir.

Di muka sidang yang dipimpin Majelis Hakim Tipikor Jambi yang diketuai Badrun Zaini, Saipudin membacakan langsung pembelaannya. Ia terus membaca tulisan di kertas yang ia pegang diselingi suara isak tangis.

"Saya berharap tidak ada lagi ASN yang menjadi korban, cukuplah kami dan semoga ini menjadi pelajaran untuk Jambi lebih baik lagi ke depannya," kata Saipudin.

Seperti sidang sebelumnya, ia juga menekankan bahwa ihwal kasus ini karena ada inisiatif dari para anggota DPRD Provinsi Jambi.

"Kepada teman-teman ASN tolong jangan pandang kami hina. Karena kami adalah korban upaya pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018," katanya dalam tangis.

Di kursi pengunjung sidang, putri Saipudin pun turut menangis melihat ayahnya jadi pesakitan.

"Yang mulia saya masih punya tanggungan. Saya memulai karier saya sejak tahun 1985. Mulai dari staf biasa di Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Timur sampai saat saya tertangkap OTT," bilangnya.

Baca: Hari Ini Pengumuman Penerimaan SNMPTN 2018, Klik Link Ini Untuk Cek Hasil

Baca: Terungkap, Bukan Ahmad Dhani yang Posting Ujaran Kebencian Namun Sosok Ini yang Diupahnya

Halaman
123
Penulis: tribunjambi
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help