Kasus Pelecehan Seksual

2 Kasus Pelecehan Seksual Guru pada Murid di Tebo, Ini Tanggapan Waka DPRD

Dunia pendidikan Tebo kembali tercoreng. Pasalnya kasus pelecehan seksual yang dilakukan oknum guru terjadi di SMKN I Tebo.

2 Kasus Pelecehan Seksual Guru pada Murid di Tebo, Ini Tanggapan Waka DPRD
Philstar.com
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Heri Prihartono

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA TEBO - Dunia pendidikan Tebo kembali tercoreng. Pasalnya kasus pelecehan seksual yang dilakukan oknum guru  terjadi di SMKN I Tebo.

Sebelumnya, dugaan  pelecehan seksual juga terjadi di satu diantara sekolah dasar di Tebo yang dilakukan seorang guru kepada siswi perempuan. 

Hal ini mendapat tanggapan dari DPRD Tebo melalui Wakil Ketua, Wartono Triyan Kusumo kepada Tribun Jumat (13/4).

Baca: Razia Pekat di Tebo - Dua Mesin Dingdong Disita

Dijelaskan Wartono, jika perbuatan oknum guru tersebut tidak semestinya dilakukan pasalnya seorang guru sejatinya harus mencontohkan perilaku yang baik kepada anak didik.

 "Ini masalah akhlak dan keimanan seseorang, harusnya guru itu bisa digugu dan ditiru tapi malah tidak karuan kelakuannya," ujar Wartono.

Ia berharap agar pelaku mendapat sanksi tegas agar tidak ada lagi ditemukan kasus lainnya di kemudian hari.

"Maka harus ada tindakan tegas terhadap pelaku seksual tersebut. Jatuhi hukuman yang berat bagi pelaku dan beri sanksi tegas terhadap oknum guru yang melakukan. Supaya ada efek jera tethadap pelaku. Kemudian orang tua harus juga lebih ekstra memperhatikan anak-anak-Nya,  ajari bagaimana agar anak jangan  sampai mau ditakut-takuti oleh gurunya diajak macam-macam... sebab kadang-kadang  anak sekolah ini segan dan takut," ujar Wartono.

Ditambahkannya jika sebenarnya penanaman ilmu agama kepada anak juga mutlak harus diberikan agar mereka mengerti mana yang baik dan benar.

Baca: Pilkada Kerinci - Monadi-Edison Blusukan di Koto Majidin

Baca: Pilkada Kerinci - Di Lolo Kecil, Cabup Zainal Terima Dukungan Tertulis dari Empat Desa

"Oleh karena itu ajari anak untuk tidak takut menolak ketika diajak oleh gurunya. Dan bekali ilmu agama yang cukup biar tahu mana itu dosa dan mana itu pahala," pungkas Wartono.

Sementara itu Kepala SMKN 1 Tebo Yumadi dalam pesan singkatnya menyebutkan jika kasus tersebut sepenuhnya diserahkan ke pihak kepolisian.

"Iya kasusnya sedang ditangani pihak kepolisian," jelas Yumadi.

Penulis: heri prihartono
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help