TribunJambi/

Geger La Nyalla "Dipalak" Prabowo Rp 40 Miliar, Sandiaga Uno: Kami Habis Lebih dari Rp 100 miliar

Jumat (12/1/2018) pagi Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Salahudin Uno menanggapi pernyataan La Nyalla Mahmud Mattalitti yang

Geger La Nyalla
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (6/11/2017).(KOMPAS.com/NURSITA SARI) 

TRIBUNJAMBI.COM- Jumat (12/1/2018) pagi Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Salahudin Uno menanggapi pernyataan La Nyalla Mahmud Mattalitti yang menyebut Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto meminta dana sebesar Rp 40 miliar untuk pencalonan Pilgub Jawa Timur.

Sandiaga yang merupakan kader Gerindra tidak menyangkal bila partainya menarik pendanaan dari calon kepala daerah.

Namun ia mengatakan bahwa dana itu bukan untuk mahar politik.

Baca: Jadi Tersangka Dugaan Merintangi Penyidikan Setya Novanto, Dokter Bimanesh Penuhi Panggilan Penyidik

Baca: Gagahi Anak Kandung Sejak Kelas Enam SD, Eko Terancam 15 Tahun Penjara

Baca: Heboh Prabowo Palak La Nyalla, Habiburokhman: Itu Fitnah yang Teramat Keji

“Tidak ada mahar politik itu, Pak Prabowo terbukti profesional, dan penarikan dana itu juga dilakukan saat mencalonkan Pak Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama, waktu saya dan Mas Anies Baswedan juga sama. Kalau politik itu memang berbiaya, kemarin kami menghabiskan lebih dari Rp 100 miliar.”

“Jadi itu sebenarnya yang diinginkan Gerindra, jangan sampai saat pencalonan kita tidak punya pendanaan,” tegasnya kepada awak media.

Sandiaga menyatakan pendanaan itu dilaporkan secara transparan ke lembaga-lembaga audit, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Semua kami laporkan secara transparan dan saya bisa meyakinkan Pak Prabowo tentang hal tersebut. Pak Sudirman Said di Jawa Tengah dan Pak Sudrajat di Jawa Barat juga sama saja, jadi bukan mahar politik,” ungkapnya.

Pada Kamis (11/1/2018) kemarin La Nyalla mengungkapkan kekesalannya terhadap Prabowo kepada awak media dengan mengatakan bahwa mantan Komandan Kopassus itu meminta dana Rp 40 miliar untuk saksi dalam Pilkada.

La Nyalla yang sebelumnya sudah mendapat surat rekomendasi dari Partai Gerindra menolak dan La Nyalla menyebut Prabowo marah dan mencabut rekomendasi tersebut.

Editor: rida
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help