Berita Viral
Viral Kades di Ponorogo Perbolehkan Warganya Bayar Pajak Pakai Pisang
Viral Kepala Desa (Kades) di Ponorogo, Jawa Timur perbolehkan warga bayar pajak bumi dan bangunan (PBB) dengan pisang
Penulis: Suci Rahayu PK | Editor: Suci Rahayu PK
TRIBUNJAMBI.COM - Viral Kepala Desa (Kades) di Ponorogo, Jawa Timur perbolehkan warga bayar pajak bumi dan bangunan (PBB) dengan pisang.
Kepala Desa Bringinan bernama Barno itu jadi perbincangan di media sosial usai perbolehkan warga bayar pajak pakai pisang.
Sistem pembayaran pajaknya juga simpel, yakni pisang jenis Cavendish yang dipetik lalu ditimbang oleh pemungut pajak atau perangkat desa, dihargai untuk membayuar pajak.
Nantinya, pihak desa akan membantu menjualkan ke pasar maupun ke pengepul.
Hasil penjualan inilah yang langsung digunakan untuk melunasi Pajak Bumi dan Bangunan atau PBB P2 warga.
Salah satu warga desa, Katimin (36) mengaku bahwa program ini sangat membantunya.
Sebelumnya, Katimin merasa kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari dari penghasilannya.
"Dengan menanam pisang, tanpa disadari, saya sudah memiliki tabungan untuk membayar pajak," imbuhnya.
Baca juga: Misteri Kerangka Manusia dalam Pohon Aren di Sergai, Diduga Pemuda 23 Tahun yang Hilang 2 Tahun Lalu
Baca juga: Kecewa Sri Mulyani Telepon Seskab Teddy dan Menhan Sjafrie Sebelum Rumah Dijarah, Tapi Tak Diangkat
Dari satu tandan pisang, Katimin menjelaskan bahwa ia mendapatkan uang sebesar Rp35.000, dengan harga pisang yang dibawanya sebesar Rp5.000 per kilogram.
"Bayar pajak rumah saya itu Rp37.000. Pisang tadi beratnya 7 kilogram, jadi tinggal nambah Rp2.000 untuk melunasi PBB saya tahun ini," pungkasnya.
Sementara Kepala Desa Bringinan, Barno menjelaskan bahwa program membayar pajak menggunakan pisang ini bertujuan untuk membantu masyarakat memenuhi kewajibannya.
Program ini telah berjalan sejak 2023 dengan pembagian bibit pisang Cavendish sebanyak 4.000 batang kepada warga.
Barno bilang, ia tidak mau serta-merta hanya menagih masyarakat untuk membayar pajak tanpa memberikan solusi untuk membantu meringankan bebannya.
"Kita berpikir tidak hanya nagih saja, tapi kita juga memberikan solusi. Ada tuntutan, ada solusi, sehingga tidak ada yang dirugikan," kata Barno, dikutip dari Kompas.com, Senin (9/9/2025).
Adapun, alasannya memilih pisang Cavendish yakni berdsarkan hasil riset dan pertimbangan nilai ekonomis yang tinggi.
| Tol Tempino-Ness Jambi Resmi Beroperasi 14 September, Bisa Dilintasi Gratis |
|
|---|
| Kecewa Sri Mulyani Telepon Seskab Teddy dan Menhan Sjafrie Sebelum Rumah Dijarah, Tapi Tak Diangkat |
|
|---|
| Dari Januari-Agustus, 67 Hektar Lahan Terbakar di Batang Hari Jambi |
|
|---|
| Usai Mulan Jameela, Lita Sindir Nafa Urbach yang Tak Bisa Bedakan Dr dan dr Tapi Lolos Jadi DPR |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/12092025-kades.jpg)