Jumat, 5 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Viral

Rupiah Menguat Hari Ini, Purbaya Yakin Tren Positif Berlanjut hingga Dua Bulan ke Depan

Nilai tukar rupiah menunjukkan kinerja positif pada perdagangan awal pekan. Mata uang Garuda tercatat menguat terhadap dolar Amerika Serikat dan

Tayang:
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Tommy Kurniawan
Ist
Uang Rupiah dan Dolar AS 

TRIBUNJAMBI.COM – Nilai tukar rupiah menunjukkan kinerja positif pada perdagangan awal pekan. Mata uang Garuda tercatat menguat terhadap dolar Amerika Serikat dan menjadi yang terbaik di antara mata uang Asia pada Senin (1/6/2026).

Berdasarkan data pasar spot, rupiah diperdagangkan di level Rp17.818 per dolar AS. Posisi tersebut menguat sekitar 0,35 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.881 per dolar AS pada Jumat (29/5/2026).

Di tengah penguatan rupiah, mayoritas mata uang Asia justru bergerak di zona merah terhadap dolar AS.

Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah turun 0,62 persen. Disusul peso Filipina yang terkoreksi 0,23 persen, baht Thailand melemah 0,21 persen, serta yen Jepang yang turun 0,12 persen.

Tekanan juga dialami dolar Singapura yang terkoreksi 0,07 persen. Sementara dolar Taiwan melemah 0,05 persen, yuan China turun 0,03 persen, dan ringgit Malaysia terdepresiasi tipis sebesar 0,01 persen.

Di tengah pergerakan pasar tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinannya bahwa rupiah memiliki peluang untuk kembali menguat dalam beberapa bulan mendatang.

Baca juga: Ekspresi Wajah Megawati Tolak Ajakan Prabowo Jalan Menuju Mimbar, Usai Upacara Gandengan Tangan

Baca juga: Pidato Prabowo Sentil Ketimpangan, Minta Semua Pihak Jujur Menilai Kondisi Ekonomi

Menurut Purbaya, sejumlah faktor eksternal yang selama ini menekan nilai tukar rupiah diperkirakan mulai mereda, terutama perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Ia menilai peluang tercapainya kesepakatan antara pihak-pihak yang terlibat konflik dapat menciptakan sentimen positif bagi pasar keuangan global.

“Jika melihat berbagai perkembangan internasional, terdapat peluang terciptanya kondisi yang lebih stabil sehingga prospek ekonomi global menjadi lebih baik,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta, Minggu (31/5/2026).

Ia memperkirakan situasi ekonomi dan pasar keuangan dunia dapat bergerak ke arah yang lebih kondusif dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

Purbaya menambahkan, meredanya ketidakpastian global berpotensi mengurangi tekanan terhadap rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurutnya, stabilitas global yang membaik akan memberikan ruang bagi penguatan nilai tukar serta meningkatkan optimisme pelaku usaha dan investor.

Selain faktor eksternal, pemerintah juga terus memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas sektor keuangan domestik.

Dalam jangka pendek, pemerintah dan bank sentral berupaya memastikan pasar obligasi tetap terjaga sehingga gejolak imbal hasil tidak menimbulkan tekanan berlebihan terhadap investor.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga daya tarik surat utang domestik sekaligus mencegah arus keluar modal asing yang dapat menekan pasar keuangan nasional.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved