Rabu, 27 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

AS vs Iran

Misteri Bunker Mojtaba Khamenei: Sistem Kurir Rumit Perlambat Damai AS-Iran

Data intelijen sebut Mojtaba Khamenei hanya dapat dihubungi melalui jaringan kurir pembawa pesan manual yang sangat rumit dan berlapis.

Tayang:
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
HO/IST
MISTERI - Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Laporan terbaru dari badan intelijen Amerika Serikat (AS) mengungkapkan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, kini hidup dalam persembunyian total di sebuah lokasi rahasia dengan akses komunikasi yang sangat terbatas ke dunia luar. Kondisi isolasi ekstrem ini dilaporkan menjadi kerikil tajam yang memperlambat laju finalisasi kesepakatan damai antara Washington dan Teheran. 

Saat ini, sebagian besar pejabat tinggi Iran dilaporkan mengurung diri di dalam bunker yang sangat terlindungi selama berminggu-minggu dan menghindari komunikasi verbal satu sama lain kecuali dalam kondisi yang benar-benar darurat. 

Protokol keamanan paling ketat diterapkan langsung kepada Mojtaba. Bahkan, pejabat di lingkaran internal ring satu pemerintahan pun diklaim tidak mengetahui koordinat pasti keberadaannya.

Dua Bulan Menghilang Sejak Kematian Ayatollah Khamenei

Ulama berusia 56 tahun itu tercatat belum pernah sekalipun muncul atau memperdengarkan suaranya secara resmi di depan publik sejak didapuk menjadi Pemimpin Tertinggi menggantikan mendiang ayahnya, Ali Khamenei. 

Absennya Mojtaba memicu spekulasi liar terkait kondisi kesehatan serta kendali riilnya atas peta politik Iran.

Kerahasiaan ini semakin pekat setelah muncul laporan bahwa Mojtaba ikut menderita luka-luka dalam serangan udara gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu di Teheran—operasi militer maut yang menewaskan Ali Khamenei beserta sejumlah anggota keluarganya.

Baca juga: Militer AS Tekor Bela Israel: Stok Rudal THAAD Kritis Dikuras Iran

Baca juga: Blackout Sumatera Dipicu Jalur Jambi: 2 Remaja Sumbar Tewas, 1 Kritis, Mahasiswi Terjebak di Lift

Meskipun otoritas resmi Teheran berkali-kali meyakinkan publik Mojtaba Khamenei berada dalam kondisi sehat walafiat dan tetap memegang kendali penuh atas urusan negara.

Laporan intelijen barat menunjukkan bahwa ia sengaja "digaibkan" dari ruang publik demi menghindari operasi pembunuhan susulan oleh militer Israel.

Kekhawatiran Keamanan dan Komunikasi Tersembunyi

Menurut Financial Times, para pejabat Iran secara bertahap mulai mengungkap detail luka-luka Khamenei untuk membantah laporan bahwa ia mengalami luka parah yang mengancam jiwa atau bahkan meninggal dunia akibat serangan tersebut.

Mazaher Hosseini, kepala protokol di kantor pemimpin tertinggi, mengatakan Khamenei terkena gelombang ledakan saat menaiki tangga di dekat kompleks yang menjadi sasaran.

Hosseini mengklaim pemimpin tersebut mengalami luka pada tempurung lutut, punggung bawah, dan di belakang salah satu telinganya setelah terlempar ke tanah akibat ledakan.

“Dia akan datang dan berpidato untuk kalian ketika waktunya tiba,” kata Hosseini kepada para pendukungnya sambil meminta masyarakat bersabar.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, juga membantah laporan bahwa wajah Khamenei mengalami kerusakan atau ada anggota tubuh yang diamputasi.

Para pejabat Iran menuduh media asing dan musuh Iran menyebarkan klaim palsu yang bertujuan menggambarkan kepemimpinan Iran sebagai lemah dan terpecah belah.

Terlepas dari jaminan tersebut, para diplomat dan laporan intelijen menunjukkan bahwa kekhawatiran keamanan tetap sangat tinggi.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved