AS vs Iran
Misteri Bunker Mojtaba Khamenei: Sistem Kurir Rumit Perlambat Damai AS-Iran
Data intelijen sebut Mojtaba Khamenei hanya dapat dihubungi melalui jaringan kurir pembawa pesan manual yang sangat rumit dan berlapis.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Menurut laporan yang dikutip FT dan CNN, Khamenei menghindari komunikasi elektronik karena khawatir Israel dapat mencoba membunuhnya.
Pesan antara pemimpin tertinggi, pejabat pemerintah, dan komandan militer dilaporkan disampaikan langsung melalui pembawa pesan tepercaya guna menghindari pengawasan atau pelacakan.
Presiden Pezeshkian: Iran Tidak Mengambil Keputusan Tanpa Izin Pemimpin Tertinggi
Sementara itu, Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak mengambil keputusan tanpa persetujuan Mojtaba Khamenei.
Mengutip PressTV, Pezeshkian menyampaikan pernyataan itu dalam pertemuan dengan kepala dan pengelola Lembaga Penyiaran Republik Islam Iran (IRIB) pada hari Minggu.
Baca juga: Laporan Intelijen AS Bongkar Langkah Senyap Iran Bangun Mesin Perang Baru
Baca juga: Sosok Mayjen Arief, Teman Seangkatan KASAD Maruli Jadi Pangdam XX/TIB Jaga Jambi-Sumbar
“Tidak ada keputusan di Republik Islam Iran yang akan diambil di luar kerangka Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) dan tanpa koordinasi serta izin dari Pemimpin,” katanya.
“Ketika sebuah keputusan diambil di bidang diplomasi, semua lembaga, platform, dan gerakan harus mendukungnya sehingga suara yang tunggal dan koheren dapat disampaikan kepada dunia dari Republik Islam.”
Pezeshkian juga mencatat bahwa salah satu tujuan utama musuh selama perang agresi baru-baru ini adalah membungkam suara kebenaran dan narasi pencerahan IRIB.
Ia turut menyampaikan terima kasih kepada staf media nasional, terutama mereka yang terus hadir di lapangan dan meliput peristiwa secara langsung.
“Jika kita semua bergerak bersama dalam kerangka kerja yang ditentukan oleh pedoman Pemimpin dan menjaga solidaritas nasional, musuh tidak akan pernah mencapai tujuan mereka terhadap negara ini,” tegas Pezeshkian.
Selain itu, ia mengecam sejumlah kelompok yang bermusuhan dan anti-Iran yang secara terbuka berharap AS dan rezim Zionis dapat menghancurkan serta memecah belah negara tersebut. Ia mengatakan mereka harus dimintai pertanggungjawaban di hadapan hati nurani bangsa.
Agresi ilegal AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari melalui serangan udara yang menewaskan pejabat dan komandan senior Iran.
Angkatan bersenjata Iran kemudian melancarkan 100 gelombang serangan balasan terhadap target Amerika dan Israel yang dianggap sensitif dan strategis di kawasan tersebut.
Pada 8 April, 40 hari setelah perang dimulai, gencatan senjata sementara yang dimediasi Pakistan mulai berlaku.
Namun, putaran pertama negosiasi Iran-AS gagal mencapai kesepakatan.
AS secara sepihak memperpanjang gencatan senjata setelah masa berlakunya berakhir, tetapi memberlakukan blokade angkatan laut terhadap Iran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260523-Pemimpin-tertinggi-Iran-Mojtaba-Khamenei.jpg)