AS vs Iran
Misteri Bunker Mojtaba Khamenei: Sistem Kurir Rumit Perlambat Damai AS-Iran
Data intelijen sebut Mojtaba Khamenei hanya dapat dihubungi melalui jaringan kurir pembawa pesan manual yang sangat rumit dan berlapis.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:Misteri Keberadaan Mojtaba Khamenei
- Intelijen AS ungkap Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei sembunyi di lokasi rahasia.
- Komunikasi berlapis lewat kurir manual hambat proses negosiasi damai dengan AS.
- Elite politik Teheran frustrasi akibat sulitnya akses koordindsi ke bunker pemimpin.
- Mojtaba tak pernah muncul ke publik selama 2 bulan usai isu terluka dalam serangan udara.
- Trump sebut kerangka perjanjian disetujui dan putusan akhir keluar beberapa hari lagi.
TRIBUNJAMBI.COM – Misteri besar menyelimuti suksesi kepemimpinan di Teheran, Iran di bawah Pemimpin Tertinggi, Mojtaba Khamenei.
Laporan terbaru dari badan intelijen Amerika Serikat (AS) mengungkapkan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, kini hidup dalam persembunyian total di sebuah lokasi rahasia dengan akses komunikasi yang sangat terbatas ke dunia luar.
Kondisi isolasi ekstrem ini dilaporkan menjadi kerikil tajam yang memperlambat laju finalisasi kesepakatan damai antara Washington dan Teheran.
Berdasarkan data intelijen yang dirilis CBS News, Mojtaba Khamenei hanya dapat dihubungi melalui jaringan kurir pembawa pesan manual yang sangat rumit dan berlapis.
Imbasnya, para pejabat tinggi Iran yang memiliki otoritas untuk bernegosiasi dengan pemerintahan AS kerap frustrasi karena kesulitan berkomunikasi di dalam sistem birokrasi mereka sendiri.
Setiap kali Washington mengirimkan draf usulan kesepakatan, delegasi Iran membutuhkan waktu lama hanya untuk meneruskan pesan tersebut ke meja sang Pemimpin Tertinggi.
“Melihat mereka mencoba mencari cara untuk berbicara satu sama lain hampir seperti menonton sitkom. Mereka benar-benar frustrasi,” ungkap seorang pejabat senior AS yang mengetahui persoalan tersebut.
Ketimpangan arus informasi ini memicu kendala teknis yang signifikan dalam jalur diplomasi kedua negara.
Baca juga: Mojtaba Khamenei Minta Angkatan Bersenjata Bersiap, Iran Antisipasi Serangan?
Baca juga: Listrik Sumatera Lumpuh dari Jambi, Menko AHY Desak PLN Investigasi
“Inilah mengapa Anda melihat orang-orang mengatakan hal-hal seperti, ‘Pemimpin tertinggi telah menyetujui kerangka kerja,’ atau ‘Kami menunggu kabar tentang poin-poin kesepakatan akhir.’ Setiap informasi yang dia terima sudah usang dan ada banyak jeda waktu dalam tanggapannya,” tambah pejabat tersebut.
Kendati demikian, titik terang mulai tampak setelah pejabat senior Gedung Putih mengonfirmasi pada Minggu (24/5/2026) bahwa Mojtaba Khamenei pada prinsipnya telah menyetujui garis besar draf perjanjian saat ini.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pun optimistis dan menulis di akun Truth Social miliknya bahwa keputusan final diperkirakan bakal ketuk palu dalam beberapa hari ke depan.
Trauma Bunker Pasca-Serangan Udara Maut
Ketakutan akut yang melanda elite politik Teheran bukan tanpa alasan.
Keberhasilan intelijen AS dan Israel dalam melacak serta melenyapkan sebagian besar kepemimpinan senior Iran selama fase perang sebelumnya telah meruntuhkan rasa aman mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260523-Pemimpin-tertinggi-Iran-Mojtaba-Khamenei.jpg)