Senin, 11 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Internasional

Dirjen WHO di Depan Kapal Hondius: Hantavirus bukan Covid

Tedros menegaskan bahwa risiko penyebaran hantavirus di Tenerife secara umum masih rendah dan tidak perlu disamakan dengan situasi pandemi Covid-19

Tayang:
Editor: Mareza Sutan AJ
X.com/Tedros Adhanom Ghebreyesus
EVAKUASI - Potret Kapal MV Hondius yang akan bersandar di Pelabuhan Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol pada Minggu (10/5/2026) pagi waktu setempat. Proses evakuasi penumpang kapal pesiar MV Hondius yang sempat tertahan di Tanjung Verde akibat temuan wabah Hantavirus kini mulai dilaksanakan di Pelabuhan Granadilla. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA -- Kapal pesiar MV Hondius yang menjadi sorotan akibat klaster hantavirus akhirnya bersandar di Pelabuhan Granadilla, Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol, pada Minggu (10/5/2026) pagi waktu setempat.

Kapal yang membawa sekitar 150 penumpang dan kru tersebut tiba sekitar pukul 05.30 hingga 06.00 dengan pengawalan kapal Guardia Civil untuk menjalani proses repatriasi penumpang secara bertahap.

Kedatangan kapal itu turut dipantau langsung oleh World Health Organization (WHO).

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, bahkan menggelar konferensi pers yang disiarkan secara langsung melalui platform X.

Dalam keterangannya, Tedros menegaskan bahwa risiko penyebaran hantavirus di Tenerife secara umum masih rendah dan tidak perlu disamakan dengan situasi pandemi Covid-19 sebelumnya.

“Ini bukan Covid lagi. Risiko saat ini dari hantavirus tetap rendah," ujar Tedros saat memberikan pernyataan kepada masyarakat Tenerife.

Menurut WHO, hingga kini belum ditemukan tambahan penumpang maupun awak kapal yang menunjukkan gejala hantavirus selain sejumlah kasus yang sebelumnya telah dievakuasi lebih dahulu.

Selama pelayaran menuju Tenerife, seluruh penumpang MV Hondius diwajibkan menjalani isolasi di kabin masing-masing.

Proses disinfeksi rutin juga dilakukan sebelum nantinya para penumpang dipulangkan ke negara asal melalui prosedur ketat dan pengawasan kesehatan.

Delapan Kasus, Tiga Meninggal Dunia

Hingga saat ini tercatat delapan kasus terkait hantavirus, termasuk tiga korban meninggal dunia.

Lima di antaranya telah dikonfirmasi sebagai hantavirus jenis Andes yang diketahui dapat menular secara terbatas antarmanusia melalui kontak dekat dalam waktu lama.

Kasus pertama melibatkan seorang pria yang meninggal di atas kapal pada 11 April.

Sang istri kemudian meninggal dunia di Johannesburg setelah turun di St Helena.

Korban ketiga merupakan seorang perempuan yang juga meninggal saat berada di kapal.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved