Jumat, 22 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Internasional

Kisah 9 WNI Flotilla Gaza: Bebas dari Israel Usai Dipukul dan Disetrum

Para relawan tampak berkumpul bersama Kepala Perwakilan KJRI Istanbul, Darianto Harsono, yang mengawal langsung proses pemulihan mereka di Turki.

Tayang:
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Capture Yt Kompas Tv
BEBAS DARI ISRAEL - Kegembiraan menyelimuti pelepasan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat disandera oleh militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. Melalui unggahan video di akun Instagram resmi Konsulat Jenderal RI (KJRI) Istanbul pada Jumat (22/5/2026), kesembilan pahlawan kemanusiaan tersebut dipastikan telah menghirup udara bebas. 

Ringkasan Berita:9 WNI Bebas dari Israel
  • Sembilan WNI misi Gaza dibebaskan dan telah tiba di KJRI Istanbul, Turki.
  • Selama ditahan 4 hari oleh Israel, WNI alami penyiksaan dipukul hingga disetrum.
  • Menlu Sugiono kutuk keras Israel karena melanggar hukum humaniter internasional.
  • Keberhasilan pembebasan dipicu diplomasi intensif RI dan bantuan penuh Turki.
  • Pemerintah jamin kawal kepulangan seluruh relawan dengan selamat ke Tanah Air.

 

TRIBUNJAMBI.COM – Kegembiraan menyelimuti pelepasan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat disandera oleh militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. 

Melalui unggahan video di akun Instagram resmi Konsulat Jenderal RI (KJRI) Istanbul pada Jumat (22/5/2026), kesembilan pahlawan kemanusiaan tersebut dipastikan telah menghirup udara bebas.

Dalam video tersebut, para relawan tampak berkumpul bersama Kepala Perwakilan KJRI Istanbul, Darianto Harsono, yang mengawal langsung proses pemulihan mereka di Turki.

Meski tampak lega, kepulangan mereka menyisakan cerita kelam. 

Darianto Harsono mengabarkan bahwa secara umum kondisi fisik sembilan WNI tersebut sehat walafiat. 

Namun, ia membongkar fakta mengejutkan mengenai tindakan tidak manusiawi yang dilakukan oleh tentara Zionis selama masa penahanan tiga hingga empat hari di fasilitas militer Israel.

"Alhamdulillah hari ini bersama-sama sembilan saudara-saudara kita yang bergabung dalam misi GSF Global Sumud Flotilla telah bersama kami dalam kondisi sehat walafiat," ujar Darianto dikutip Jumat (22/5/2026).

Nahas, jalur interogasi yang dihadapi para relawan sipil ini diwarnai dengan kekerasan fisik yang brutal.

"Mereka selama tiga atau empat hari mengalami kekerasan fisik. Ada yang ditendang, dipukul, ataupun disetrum," tutur Darianto mengungkap kekejaman tersebut.

Baca juga: Bebas dari Israel, 9 WNI Flotilla Gaza Tiba di Turki tapi Belum Bisa Pulang

Baca juga: Duel Viral Siswi di Batang Hari Jambi Berakhir Damai Lewat Mediasi

Pihak KJRI menegaskan akan segera memfasilitasi seluruh kebutuhan logistik pemulangan secepat mungkin. 

"Nanti kami akan atur kepulangan saudara-saudara kita ke Tanah Air dan dalam kesempatan pertama," jelasnya.

Kecaman Menlu Sugiono dan Diplomasi Multipihak

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, turut bersuara dan mengutuk keras perlakuan militer Israel terhadap warga sipil yang murni melakukan misi kemanusiaan. 

Sugiono menegaskan tindakan penyiksaan tersebut telah merendahkan martabat manusia serta melanggar hukum humaniter internasional.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved