Sabtu, 23 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Internasional

Kisah 9 WNI Flotilla Gaza: Bebas dari Israel Usai Dipukul dan Disetrum

Para relawan tampak berkumpul bersama Kepala Perwakilan KJRI Istanbul, Darianto Harsono, yang mengawal langsung proses pemulihan mereka di Turki.

Tayang:
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Capture Yt Kompas Tv
BEBAS DARI ISRAEL - Kegembiraan menyelimuti pelepasan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat disandera oleh militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. Melalui unggahan video di akun Instagram resmi Konsulat Jenderal RI (KJRI) Istanbul pada Jumat (22/5/2026), kesembilan pahlawan kemanusiaan tersebut dipastikan telah menghirup udara bebas. 

"Saat ini, (sembilan WNI) dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul, Turki dan akan segera melanjutkan perjalanan kembali ke Tanah Air," ungkap Menlu Sugiono melalui akun Instagram resmi Kemlu RI.

Keberhasilan pembebasan kilat ini, menurut Sugiono, merupakan buah dari optimalisasi seluruh kanal diplomatik yang bergerak serentak sejak kapal GSF 2.0 diintersep di laut lepas. 

Kerja keras Direktorat Perlindungan WNI dijembatani secara intensif melalui jaringan KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, hingga KJRI Istanbul.

Secara khusus, Menlu Sugiono juga menyampaikan apresiasi tertinggi kepada pemerintah Turki yang memberikan dukungan penuh di lapangan demi memastikan keselamatan para relawan Indonesia

"Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses pemulangan ini hingga seluruh WNI tiba kembali ke Tanah Air dengan selamat," pungkasnya.

Kronologi Penangkapan

Penangkapan terhadap sembilan WNI berawal ketika Kementerian Luar Negeri Israel telah memberikan peringatan keras melalui media sosial X yang bernada provokasi.

Pihak Zionis meminta agar para aktivis tersebut mengubah rute pelayaran mereka. Israel juga menuding bahwa GSF sedang tidak melakukan misi kemanusiaan.

Baca juga: Nasib 9 WNI di Tangan Israel, Pemerintah Indonesia Minta Intervensi BoP

Baca juga: Broker Proyek Disdik Provinsi Jambi Dihukum Berat, Korupsi Alat Praktik SMK Rp21 Miliar

Bahkan, Israel menuding aksi yang dilakukan sebagai bentuk cari perhatian.

"Sekali lagi, sebuah provokasi demi provokasi: apa yang disebut 'armada bantuan kemanusiaan' lainnya tanpa ada bantuan kemanusiaan di dalamnya." demikian pernyataan resmi dari Kementerian Israel.

Lalu, pada Senin (18/5/2026) pagi waktu setempat sekira pukul 10.30, armada kapal GSF tiba-tiba dikepung oleh IOF di perairan internasional yang berjarak 250 mil dari wilayah Gaza.

Pada momen itu, situs web GSF memperlihatkan detik-detik mencekam ketika anggota IOF menyerbu kapal yang ditumpangi rombongan GSF.

Lalu, para relawan yang berada di salah satu kapal terlihat mengangkat tangan ketika militer Israel mendekat.

Namun, ketika aksi intersepsi yang berujung pembajakan dilakukan, siaran langsung komunikasi langsung terputus. Sesaat setelah itu, GSF pun membuat keterangan resmi yang berbunyi:

"Kapal-kapal militer saat ini sedang mencegat armada kami dan pasukan (Israel) menaiki kapal pertama kami di siang bolong." 

"Kami menuntut jalur aman untuk misi kemanusiaan kami yang sah dan non-kekerasan. Pemerintah harus bertindak sekarang untuk menghentikan tindakan ilegal atau pembajakan ini yang dimaksudkan untuk mempertahankan pengepungan genosida Israel di Gaza."

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved