Selasa, 7 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Israel vs Iran

Amerika Serang Kharg Island Pusat Energi Iran, Ada 50 Target

Dilaporkan bahwa pasukan Amerika Serikat telah menyerang fasilitas militer di pusat ekspor minyak utama Iran.

Editor: asto s
Google Maps
PULAU KHARG - Amerika Serikat menyerang pusat energi Iran, Pulau Kharg. Dilaporkan bahwa pasukan Amerika Serikat telah menyerang fasilitas militer di pusat ekspor minyak utama Iran. 

TRIBUNJAMBI.COM - Amerika Serikat menyerang pusat energi Iran, Pulau Kharg.

Dilaporkan bahwa pasukan Amerika Serikat telah menyerang fasilitas militer di pusat ekspor minyak utama Iran.

Pada 7 April 2026 (waktu setempat), Reuters mengutip media AS Axios yang melaporkan bahwa militer Amerika Serikat menyerang fasilitas militer di Pulau Kharg, Iran, berdasarkan sumber anonim.

CNN, mengutip kantor berita semi-resmi Iran Mehr News Agency, melaporkan bahwa “beberapa ledakan terjadi” di pulau tersebut. 

Namun, rincian lebih lanjut belum tersedia. CNN juga mengutip pejabat AS yang menyatakan bahwa serangan tersebut tidak menargetkan fasilitas minyak.

Sejumlah pejabat AS mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa lebih dari 50 target di Pulau Kharg diserang. 

SERANG KAPAL TANKER - Penampakan kapal Tangker Amerika Serikat yang terbakar usai dibombardir Iran di Perairan Teluk.
SERANG KAPAL TANKER - Penampakan kapal Tangker Amerika Serikat yang terbakar usai dibombardir Iran di Perairan Teluk. (Capture Yt Kompas Tv)

Pulau yang terletak di selatan Iran ini menangani lebih dari 90 persen ekspor minyak mentah negara tersebut, sehingga serangan di wilayah ini berpotensi mengganggu industri energi Iran secara signifikan.

Sebelumnya, U.S. Central Command (CENTCOM) menyatakan telah melakukan serangan presisi terhadap lebih dari 90 target militer, termasuk fasilitas penyimpanan ranjau laut dan bunker rudal di pulau tersebut, tanpa menyasar infrastruktur minyak.

Kabar serangan ini muncul setelah Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan tekad untuk melawan. 

Dalam unggahan di platform X, ia mengatakan lebih dari 14 juta warga Iran siap berkorban demi negara.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sebelumnya memperingatkan bahwa jika Selat Hormuz tidak dibuka sebelum batas waktu tertentu, maka seluruh pembangkit listrik dan jembatan di Iran akan dibombardir. 

Ia menyatakan, “Setiap jembatan akan runtuh, setiap pembangkit listrik akan berhenti beroperasi, terbakar, dan meledak. Seluruh negara bisa runtuh dalam semalam.”

Pada akhir bulan lalu, Trump juga menulis bahwa jika kesepakatan dengan Iran tidak segera tercapai, AS akan menghancurkan Pulau Kharg dan pembangkit listrik sebagai bentuk balasan.

Ancaman Trump

Dalam konferensi pers pada Senin (6/4/2026), Presiden Donald Trump kembali mengancam akan menghancurkan semua jembatan dan pembangkit listrik di Iran, tindakan yang menurut sejumlah ahli hukum militer berpotensi tergolong kejahatan perang.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved