Rabu, 3 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Ramadan 2026

Wamenag Imbau Tak Sweeping saat Ramadan: Masih Ada Saudara yang Tak Puasa

Wamenag Muhammad Syafii menegaskan aksi sweeping atau penutupan paksa rumah makan tidak memiliki tempat dalam bingkai toleransi Indonesia.

Tayang:
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Kompas.com
BERI IMBAUAN - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Muhammad Syafii. Dia menegaskan aksi sweeping atau penutupan paksa rumah makan tidak memiliki tempat dalam bingkai toleransi Indonesia. 

TRIBUNJAMBI.COM - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Muhammad Syafii membawa pesan kesejukan dalam menyambut bulan suci Ramadan 2026.

Ia menegaskan aksi sweeping atau penutupan paksa rumah makan tidak memiliki tempat dalam bingkai toleransi Indonesia.

Menurut Syafii, menghargai bulan puasa bukan berarti mematikan hak masyarakat lain yang tidak menjalankan ibadah tersebut.

Justru, membiarkan fasilitas publik tetap berjalan adalah wujud kedewasaan beragama.

“Enggak ada, enggak ada sweeping-sweeping. Itulah bentuk penghormatan kita bahwa selain kita yang berpuasa, masih ada saudara kita yang tidak berpuasa,” ujar Syafii usai menghadiri sidang isbat di Jakarta, Selasa (17/2/2026) malam.

Keadilan dalam Kebersamaan

Wamenag mengingatkan umat Islam untuk menyadari realitas sosial Indonesia yang majemuk.

Ia menilai tidak adil jika kewajiban ibadah satu kelompok dipaksakan untuk dirasakan oleh semua orang melalui pembatasan akses pangan.

"Enggak mungkin gara-gara kita puasa, semuanya harus merasakan puasa. Yang tidak puasa karena keyakinan berbeda tidak bisa makan dan minum. Ini harus dipertimbangkan dalam membangun kebersamaan," tambahnya, sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian Agama.

Menjaga Koridor Persatuan

Lebih lanjut, Syafii menekankan bahwa esensi Ramadan adalah mempererat persaudaraan, bukan memicu perpecahan.

Ia berharap masyarakat dapat membangun koridor kebersamaan di mana perbedaan keyakinan tidak mengganggu stabilitas nasional.

Baca juga: Viral Bocah SD di Bungo Jambi Beli Sabu, Warga Langsung Sweeping Rumah Pengedar

Baca juga: Waspada Modus File APK Incar Saldo Anda, Dana Rp1.3 M Dewan Sisa Rp100 Ribu

“Harus dibangun suasana saling menghormati, sehingga persatuan kita tidak terganggu karena perbedaan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah melarang adanya sweeping atau razia terhadap warung atau rumah makan selama bulan suci Ramadan tahun ini.

Pramono menyampaikan larangan itu di Gereja Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) di Jakarta, Sabtu (14/2/2026).

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved