Rabu, 29 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Tips dan Trik

Waspada Modus File APK Incar Saldo Anda, Dana Rp1.3 M Dewan Sisa Rp100 Ribu

Uang pribadi annggota DPR Batang hampir Rp1,3 miliar di sebuah bank pelat merah ludes dalam hitungan jam usai klik file undangan format APK.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Canva
WASPADA - Ilustrasi waspada file undangan format APK. Uang pribadi annggota DPR Batang hampir Rp1,3 miliar di sebuah bank pelat merah ludes dalam hitungan jam usai klik file undangan format APK. 

Ringkasan Berita:Waspada File APK
  • Wakil Ketua DPRD Batang kehilangan Rp1,3 miliar akibat kejahatan siber APK.
  • Dana miliaran rupiah ludes hanya dalam hitungan jam, menyisakan saldo Rp100 ribu.
  • Modus pelaku gunakan manipulasi psikologis lewat file undangan atau surat tilang palsu.
  • Teknik phishing via situs web tiruan juga marak mengincar data sensitif perbankan.
  • Masyarakat diimbau abaikan pesan mencurigakan demi cegah pengambilalihan akun.

TRIBUNJAMBI.COM - Kemudahan teknologi finansial kini dibayangi ancaman kejahatan siber yang kian mengerikan. 

Kasus terbaru yang menggemparkan publik menimpa Wakil Ketua DPRD Batang, Junaenah. 

Uang pribadinya sebesar hampir Rp1,3 miliar di sebuah bank pelat merah ludes dalam hitungan jam. Pelaku hanya menyisakan saldo Rp100 ribu di rekeningnya.

Peristiwa yang terjadi pada 20 Januari 2024 ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat. 

Bukan hanya karena nilai kerugiannya yang fantastis, tetapi karena kecanggihan teknik manipulasi psikologis yang digunakan pelaku untuk menguras rekening korban tanpa disadari.

Manipulasi Psikologis di Balik File APK

Aksi kejahatan ini bermula dari sebuah pesan instan yang mengandung file berbahaya berformat APK

Modus ini dikenal sangat meresahkan karena pelaku membungkus file tersebut dengan nama-nama yang memicu urgensi, seperti undangan pernikahan digital, surat tilang, hingga dokumen pajak resmi.

Begitu file tersebut diklik, perangkat korban seketika terinfeksi. 

Data sensitif, termasuk akses perbankan, dapat dicuri dan dikendalikan oleh pelaku dari jarak jauh. 

Dalam kasus Junaenah, rangkaian kejanggalan muncul sesaat setelah interaksi dengan file mencurigakan tersebut, termasuk munculnya notifikasi bahwa akun perbankannya sedang digunakan di perangkat lain.

Bahaya Phishing dan Situs Web Tiruan

Selain melalui file berbahaya, para pelaku fraud kini semakin lihai menggunakan teknik phishing melalui tautan palsu. 

Mereka mendesain situs web yang tampilannya identik dengan layanan perbankan resmi—lengkap dengan logo dan warna asli—untuk menjebak korban.

Biasanya, korban terpancing melalui iklan promo palsu atau hadiah menarik di media sosial. 

Baca juga: Polda Jambi Imbau Waspadai Modus Bukti Transfer Palsu, Pelaku Gunakan AI dan APK Berbahaya

Baca juga: Kabar Gembira Mudik 2026, Tol Palembang-Betung Sambungkan Jambi-Sumsel

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved