Jumat, 5 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Warga Jambi Disiksa di Kamboja

Daftar Nama Warga Jambi yang Terjebak Sindikat Penipuan di Kamboja, 2 Laki 1 Perempuan

Ada tiga warga Jambi pekerja dan terjebak di Kamboja, yaitu Andri Budi Sanjaya asal Kota Jambi, Syehdi asal Sarolangun, dan Audy Lyliana Putri.

Tayang:
Penulis: Syrillus Krisdianto | Editor: asto s
Tribunjambi.com
Syehdi, warga asal Sarolangun, Provinsi Jambi, yang jadi korban penipuan di Kamboja. Setidaknya ada tiga warga Jambi yang diketahui jadi korban penipuan lowongan kerja di Kamboja. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sejumlah warga Jambi yang menjadi korban penipuan kerja di Kamboja mengungkap kondisi terkini mereka yang hingga kini belum dapat kembali ke Indonesia.

Ada tiga warga Jambi yang jadi pekerja dan terjebak di Kamboja, yaitu Andri Budi Sanjaya asal Kota Jambi, Syehdi asal Sarolangun, dan Audy Lyliana Putri.

Salah satu korban, Andri Budi, menuturkan sejak 18 Januari 2026 dirinya bersama korban lainnya tidak diperbolehkan bepergian.

“Sejak tanggal 18 kami tidak bisa ke mana-mana, dijaga polisi. Kami diberi makan dua kali sehari,” ujarnya kepada Jurnalis Tribunjambi.com via pesan WhatsApp, Kamis (12/2/2026).

Kondisi mereka sangat terbatas. Para korban tidak memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan pribadi.

“Biasanya merokok, sekarang tidak ada sepeser pun untuk belanja atau jajan. Rasanya seperti di dalam penjara,” lanjutnya.

Andri menuturkan para korban asal Indonesia berangkat ke Kamboja dalam kondisi sehat. Namun, mereka diduga mengalami tekanan mental setelah dipaksa bekerja melakukan penipuan serta ditempatkan di penampungan imigrasi.

“Kami jadi terganggu secara mental karena dipaksa menipu, ditambah lagi kondisi di imigrasi,” katanya.

Andri juga mengaku telah bertemu korban lain bernama Syehdi, warga Desa Pangidaran, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun. Menurutnya, kondisi Syehdi saat ini dalam keadaan sehat.

Dalam video yang dikirimkan Andri, Syehdi mengaku awalnya dijanjikan bekerja di restoran di Kamboja. Namun, setibanya di sana, ia justru dipaksa bekerja sebagai pelaku penipuan (scam).

Ia mengatakan telah berada di Kamboja sejak 21 Januari 2026.

Menurut pengakuannya, para korban mendapat perlakuan kekerasan apabila tidak mencapai target yang ditentukan.

“Disetrum, dipukuli, disuruh angkat galon dari lantai satu ke lantai enam kalau tidak ada omzet,” ungkapnya.

Karena itu, Syehdi berharap dapat segera dipulangkan ke Indonesia. Ia mengaku tidak memiliki biaya untuk kembali ke Tanah Air.

“Kepada Bapak Gubernur Jambi, saya minta tolong untuk dipulangkan ke Indonesia. Saya tidak kuat di sini. Penampungannya juga tidak layak,” ujarnya. (Tribunjambi.com/Syrillus Krisdianto)

Baca juga: 3 Perusahaan Investor Jalan Khusus Batu Bara Jambi Didesak Segera Rampungkan, Ini Masalah Krusial

Baca juga: Warga Jambi Ditipu Sindikat Kamboja: Kalau Gak Menipu, Kami Disetrum

Baca juga: Kerabat Paparkan Sosok Andri Budi Sanjaya, Warga Jambi yang Ditipu dan Disiksa di Kamboja

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved