Berita Internasional
IDF Rilis Data Tentara Kewarganegaraan Ganda: Amerika Terbanyak, Ada Warga Indonesia
Informasi ini mencuat setelah akun pengamat militer Warfare Analysis (@warfareanalysis) mengunggah dokumen berbahasa Ibrani pada Minggu (15/2/2026).
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Kabar mengejutkan datang dari korps Korps Brimob Polda Aceh.
Seorang anggotanya yang berpangkat Bripda, Muhammad Rio, dilaporkan telah menyeberang ke mancanegara untuk bergabung menjadi tentara bayaran untuk membantu Rusia.
Rio dikabarkan telah berada di Donbass, sebuah wilayah garis depan yang menjadi titik panas konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina.
Fenomena keterlibatan warga negara Indonesia dalam konflik tersebut bukanlah hal baru.
Sebelumnya, publik sempat dihebohkan dengan kabar eks prajurit TNI AL yang juga terdeteksi menjadi tentara bayaran di palagan yang sama.
Kini, munculnya nama Bripda Rio menambah daftar panjang personel keamanan Indonesia yang terlibat dalam perang di Eropa Timur tersebut.
Menanggapi isu yang berkembang, Polda Aceh akhirnya memberikan klarifikasi resmi.
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, menegaskan Bripda Rio saat ini berstatus sebagai anggota desersi atau telah meninggalkan tugas tanpa izin resmi dari kedinasan.
Baca juga: Bukan Ekonomi, Korps Marinir Sebut Satria Arta jadi Tentara Bayaran karena Utang Judol
Baca juga: Uji Beban Maret 2026, Jembatan Musi V Jadi Kunci Mudik Lancar Jambi-Palembang Tanpa Macet
Kombes Joko mengungkapkan bahwa sebelum menghilang dan dikabarkan berada di Rusia, Bripda Rio tengah menjalani masa sanksi akibat pelanggaran kode etik profesi Polri terkait dugaan perselingkuhan hingga pernikahan siri.
"Kasus tersebut telah mendapatkan putusan melalui Sidang KKEP pada 14 Mei 2025 dengan Nomor: PUT KKEP/12/V/2025/KKEPP. Salah satu isi putusannya adalah sanksi administratif berupa mutasi demosi selama dua tahun," jelas Kombes Joko Krisdiyanto dalam keterangan resminya, Sabtu (17/1/2026).
Bripda Rio diketahui meninggalkan kewajibannya saat ditempatkan di Yanma Brimob sebagai bagian dari masa hukuman demosinya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih terus memantau perkembangan informasi mengenai keberadaan pasti personelnya tersebut di wilayah konflik Donbass.
- Sejak 8 Desember 2025, Bripda Rio tidak masuk kantor untuk melaksanakan dinas tanpa keterangan yang jelas.
- 24 Desember Provos melayangkan surat panggilan sebanyak dua kali kepada yang bersangkutan
- 7 Januari 2026, Bripda Rio mengirimkan pesan WhatsApp kepada anggota Provos Satbrimob Polda Aceh, Kasi Yanma serta PS Kasubbagrenmin.
- 9 Januari 2026, Bidang Propam Polda Aceh melaksanakan Sidang kedua KKEP secara in absentia
Korps Marinir Sebut Satria Arta jadi Tentara Bayaran karena Utang Judol
Keputusan mantan prajurit marinir TNI AL, Satria Arta Kumbara, untuk menjadi tentara bayaran Rusia ternyata bukan karena alasan ekonomi sebagaimana yang ia klaim.
Fakta yang terungkap menunjukkan bahwa keputusan tersebut dilatarbelakangi oleh jeratan utang akibat judi online (judol).
Komandan Korps Marinir, Mayjen TNI (Mar) Endi Supardi, menjelaskan bahwa Satria memutuskan keluar dari dinas militer lantaran terbelit utang besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260217-Pasukan-IDF.jpg)