Berita Internasional
IDF Rilis Data Tentara Kewarganegaraan Ganda: Amerika Terbanyak, Ada Warga Indonesia
Informasi ini mencuat setelah akun pengamat militer Warfare Analysis (@warfareanalysis) mengunggah dokumen berbahasa Ibrani pada Minggu (15/2/2026).
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:Warga Indonesia Gabung IDF
- Data IDF ungkap 50.632 tentaranya miliki kewarganegaraan ganda.
- Nama Indonesia muncul dalam daftar bersama Turki, Irak, hingga Iran.
- AS jadi penyumbang terbesar dengan total 12.135 personel asing.
- Prancis dan Rusia menyusul sebagai negara asal ribuan tentara IDF.
- Status aktif atau cadangan para tentara asing ini belum dikonfirmasi.
TRIBUNJAMBI.COM - Sebuah laporan mengejutkan mengenai komposisi personel militer Israel (IDF) mendadak viral di jagat maya.
Pasukan darat Israel dilaporkan merilis data resmi terkait tentara mereka yang memiliki kewarganegaraan ganda.
Namun yang memicu perbincangan panas, warga Indonesia diklaim masuk dalam daftar negara asal para tentara tersebut.
Informasi ini mencuat setelah akun pengamat militer Warfare Analysis (@warfareanalysis) mengunggah dokumen berbahasa Ibrani pada Minggu (15/2/2026).
Dalam daftar tersebut, Indonesia bersanding dengan negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim lainnya seperti Mesir, Maroko, Tunisia, Turki, hingga Irak dan Iran.
Dominasi Paspor Barat dan Amerika Serikat
Secara keseluruhan, data tersebut mengungkap fakta mencengangkan bahwa terdapat 50.632 tentara IDF yang memegang kewarganegaraan asing.
Amerika Serikat menjadi penyumbang terbesar dengan 12.135 tentara, disusul oleh Prancis sebanyak 6.127 tentara, dan Rusia yang mencapai lebih dari 5.000 orang.
Baca juga: Sisi Gelap Bonus Rp837 Juta Tentara Bayaran Rusia: Gaji Selangit Berujung di Garis Depan Ukraina
Baca juga: Daftar Aksi Pencurian Kabel Listrik di Jambi Sepanjang 2026: Buat Warga Kasang Gelap Gulita
Baca juga: Abraham Samad Sebut Ada yang Ingin Cuci Tangan Atas Pelemahan KPK, Jokowi atau DPR?
Negara-negara seperti Inggris, Rumania, Polandia, hingga Kanada juga tercatat memiliki warga negara yang aktif mengenakan seragam militer Israel.
Namun, kehadiran nama-negara dari kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah dalam daftar tersebut memicu tanda tanya besar mengenai latar belakang para personel ini.
Status Pasukan Masih Misterius
Hingga kini, pihak militer Israel belum memberikan penjelasan terperinci mengenai status para pemegang paspor ganda ini.
Tidak ada konfirmasi resmi apakah daftar tersebut mencakup pasukan reguler yang sedang aktif, pasukan cadangan (reservis), atau gabungan keduanya.
Fenomena tentara dengan kewarganegaraan ganda ini menjadi isu sensitif, terutama bagi negara-negara yang secara diplomatik tidak memiliki hubungan resmi dengan Israel atau yang melarang warga negaranya terlibat dalam militer asing tanpa izin khusus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260217-Pasukan-IDF.jpg)