Minggu, 10 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kasus Ijazah Palsu

Sindiran Tajam Demokrat Soal Isu Ijazah Jokowi: Mungkinkah Berebut Tiket Cawapres 2029?

Pengamat menilai ini sindiran yang disengaja dan memicu dugaan adanya agenda politik tersembunyi, terutama terkait kontestasi Cawapres 2029.

Tayang:
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist
Benny K Harman Demokrat dan Jokowi 

Ringkasan Berita:Polemik Ijazah Jokowi
 
- Politikus Demokrat, Benny Kabur Harman, melontarkan sindiran tajam di DPR RI terkait isu ijazah palsu Jokowi, membandingkannya dengan Hakim MK Arsul Sani yang menunjukkan ijazah aslinya secara terbuka.
- Direktur Eksekutif Parameter Politik, Adi Prayitno, menilai ini sindiran yang bertujuan mendorong Jokowi menyelesaikan isu ijazah secara sederhana dengan transparansi.
- Pernyataan Benny memicu reaksi keras, termasuk dari PSI.

 

TRIBUNJAMBI.COM - Pernyataan politikus Partai Demokrat, Benny Kabur Harman, yang menyinggung isu ijazah palsu eks Presiden ke-7, Joko Widodo atau Jokowi, di tengah rapat DPR RI berbuntut panjang. 

Pengamat menilai ini adalah sindiran yang disengaja, bahkan memicu dugaan adanya agenda politik tersembunyi, terutama terkait kontestasi Cawapres di Pilpres 2029.

Direktur Eksekutif Parameter Politik, Adi Prayitno, menilai apa yang disampaikan Benny Harman adalah bentuk sindiran keras yang secara tidak langsung membandingkan sikap Jokowi dengan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Arsul Sani. 

Dalam rapat pada Rabu (19/11/2025), Benny memuji keterbukaan Arsul Sani saat diterpa isu serupa.

"Ada teman saya, hakim dituduh ijazah palsu. Ya, sahabat baik saya Pak Arsul Sani. Tapi hebatnya, dia tampil di depan tunjuk itu ijazahnya yang asli. Enggak kayak yang lain," kata Benny di Gedung Parlemen.

Meski tidak menyebut nama, pernyataan itu sontak menjadi sorotan publik. 

Pasalnya, Jokowi hingga kini masih enggan menunjukkan ijazah aslinya secara terbuka, kecuali jika diminta oleh Pengadilan, sementara isu ijazah palsu terus bergulir hampir 10 bulan lamanya.

Penyelesaian Sederhana dan Reaksi Keras

Menurut Adi Prayitno, pesan tersirat dari Benny adalah bahwa persoalan ijazah ini bisa selesai dengan cara yang sederhana dan tuntas jika Jokowi mau mengikuti langkah Arsul Sani, yakni menunjukkan ijazah aslinya di hadapan publik.

Baca juga: Momen KPU Sembunyikan NIM dan Tanda Tangan Rektor pada Salinan Ijazah Jokowi Jadi Sorotan

Baca juga: Oknum TNI Diduga Aniaya Pelajar di Bandar Lampung, Ini Pemicu dan Kesaksian Orangtua Korban

Baca juga: Danau Sipin Jambi Jadi Ring Adu Jotos Pelajar saat Jam Sekolah Viral

"Sebenarnya ingin ikut serta, speak up kepada publik bahwa sebenarnya persoalan ijazah itu sederhana kok penyelesaiannya, hanya dengan misalnya menunjukkan ijazahnya kepada publik dengan memberikan contoh Arsul Sani seorang hakim MK," papar Adi (Selasa, 25/11/2025).

Namun, Adi mengakui bahwa ijazah adalah properti pribadi dan keputusannya berada di tangan pemiliknya.

Sindiran Demokrat ini memicu reaksi keras dari barisan pembela Jokowi, termasuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang selama ini dikenal dekat dengan mantan presiden. 

Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, bahkan menduga isu ini sengaja diorkestrasi dalam rangka perebutan posisi calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto pada Pilpres 2029 mendatang.

"Tidak mungkin seorang ketua harian Partai itu menyampaikan sesuatu yang tidak ada dasar argumen dan dasarnya," tegas Adi, menguatkan dugaan adanya analisa di balik pernyataan PSI.

Di tengah tarik ulur politik ini, para pembela Jokowi berpegang teguh bahwa kasus ijazah palsu telah masuk ke ranah hukum. 

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved