Berita Nasional

Reaksi Hotman Paris Didepak dari Tim Pengacara Nadiem Makarim

Hotman Paris Hutapea tidak lagi menjadi kuasa hukum Nadiem Anwar Makarim, dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
ist
Hotman Paris Hutapea tidak lagi menjadi kuasa hukum mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook. 

TRIBUNJAMBI.COM -Hotman Paris Hutapea tidak lagi menjadi kuasa hukum mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.

Pergantian pengacara dilakukan menjelang proses penuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Keputusan itu disampaikan kuasa hukum Nadiem, Dodi S Abdulkadir, yang menjelaskan bahwa keluarga Nadiem mempertimbangkan kesibukan Hotman dalam menangani berbagai perkara besar lainnya.

“Saya tahu dari keluarga, Pak Hotman tidak lagi ditunjuk karena harus memegang kasus lain,” ujar Dodi, Minggu (23/11/2025).

Sebagai pengganti, keluarga menunjuk advokat senior Ari Yusuf Amir untuk mendampingi Nadiem dalam persidangan.

 Ari dikabarkan resmi diberikan kuasa sejak 17 November 2025 setelah melalui sejumlah pertemuan dengan keluarga dan koordinasi dengan tim hukum sebelumnya.

Ari akan bekerja sama dengan tim yang dipimpin Dodi.

 Sehingga total akan ada dua tim hukum yang mendampingi Nadiem di pengadilan.

Ari menyampaikan, penunjukan dirinya dan tim tidak lepas dari rekam jejak dalam menangani perkara mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong.

Pengacara Tom Lembong dinilai berhasil meyakinkan publik soal posisi hukum klien tersebut.

Ia menegaskan pihaknya meyakini bahwa Nadiem tidak memiliki niat jahat serta hanya menjalankan prosedur dalam tugas sebagai menteri.

“Tidak ada kepentingan pribadi dan tidak ada niat jahat.

Kalau ada pertimbangan administratif, menurut kami itu bukan ranah pidana,” kata Ari.

Di sisi lain, Hotman Paris sempat memberikan tanggapan melalui akun Instagram miliknya.

 Ia menertawakan alasan bahwa dirinya dianggap memiliki terlalu banyak klien, dan menegaskan selama ini hanya menangani dua kategori klien.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved