Berita Kriminal
Kisah Tragis Guru PPPK Tegal Tewas Dirampok: Mengajar di Siang Hari, Jadi Sopir di Malam Sunyi
Kusyanto, guru di SDN Kalinyamat Wetan 03, Kelurahan Keturen, Kecamatan Tegal Selatan, tewas diduga kuat akibat aksi perampokan brutal.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:- Kusyanto (46), guru PPPK SDN Kalinyamat Wetan 03, tewas dirampok saat bekerja sambilan sebagai sopir taksi online.- Diduga dibunuh dan dirampok.- Polisi menemukan luka memar di belakang kepala korban, menguatkan dugaan pembunuhan.- Mobil, dompet, dan ponsel korban hilang, dibawa kabur oleh pelaku perampokan sadis.- Korban Dikenal ramah, disukai murid, dan mencari penghasilan tambahan untuk menafkahi istri dan dua anak. Polisi kini memburu pelaku.
TRIBUNJAMBI.COM - Dunia pendidikan Kota Tegal diselimuti duka mendalam.
Kusyanto (46), seorang guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang dikenal ramah dan murah senyum, ditemukan tewas secara tragis di kawasan hutan lindung Perhutani KPH Balapulang, Desa Songgom, Kabupaten Brebes, pada Senin (24/11/2025).
Kusyanto, yang sehari-hari mengajar sebagai wali kelas 2 di SDN Kalinyamat Wetan 03, Kelurahan Keturen, Kecamatan Tegal Selatan, tewas diduga kuat akibat aksi perampokan brutal.
Korban terpaksa melakoni pekerjaan ganda.
Dia mengajar sebagai profesi utama, dan menjadi sopir taksi online di waktu luang.
Semua itu dilakoninya untuk menambah pemasukan keluarga.
Statusnya sebagai PPPK, yang baru diangkat setelah bertahun-tahun mengabdi sebagai guru honorer, mendorongnya untuk mencari penghasilan tambahan demi menafkahi istri dan dua anak yang masih duduk di bangku SMP dan SMA.
“Iya, sambilan jadi sopir online. Sehari-hari memang guru. Beliau orangnya baik dan murah senyum. Disukai anak-anak,” ujar Iva, kerabat korban, Selasa (25/11/2025).
Baca juga: Linceria Diduga Jadi Korban Perampokan di Alam Barajo Jambi, Jasad Ditemukan di Rukonya
Baca juga: Dituding Jadi Mak Comblang Inara Rusli dan Fahmi, Ustaz Derry: Fitnah! Ketemu Cuma Dua Menit
Baca juga: Kado Hari Guru: Mendikdasmen dan Kapolri Tandatangani MoU, Payung Hukum Baru bagi Guru
Iva menambahkan bahwa almarhum baru saja akan menerima perpanjangan masa tugas PPPK-nya.
Pamit Mencari Nafkah, Pulang Tinggal Nama
Pada Minggu (23/11/2025) malam, Kusyanto berpamitan untuk mencari penumpang, tidak menyadari itu adalah perjalanan terakhirnya.
Di lokasi penemuan, area bekas Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Perhutani di Brebes, suasana haru tak tertahankan.
Istri korban, Lusi Ervina Ervianti, yang juga seorang guru, tampak sangat terpukul.
Ia terus memeluk kedua buah hati mereka, melafalkan doa di tengah isak tangis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20251125-keluarga-guru-di-Tegal-jadi-korban-perampokan.jpg)