Berita Viral
Habis Raffi Ahmad Dicibir Netizen Usai Posting Video Ucapan Maaf Presiden Prabowo: Nyapu Teros!
Niat hati ingin meredam amarah publik, unggahan Raffi Ahmad di media sosial justru berbalik menjadi bumerang.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
"Duka atas kepergian Saudara Affan Kurniawan adalah duka kita bersama.
Peristiwa ini mengingatkan kita semua betapa berharganya setiap nyawa manusia. Tragedi ini tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga menjadi luka bagi bangsa.
Baca juga: Presiden Prabowo Kecewa, Sebut Petugas Berlebihan usai Driver Ojol Meninggal Ditabrak Rantis Brimob
Baca juga: Melihat Dampak Demo di Polres Metro Jakarta Timur: Gedung Dibakar, Puluhan Mobil Hangus
Demokrasi yang kita jalani seharusnya menjadi ruang kebaikan bersama, bukan arena yang menghadirkan korban.
Setiap perbedaan pendapat seharusnya disampaikan dengan damai, karena kekerasan dalam bentuk apa pun hanya merusak makna demokrasi itu sendiri.
Kita memahami, situasi yang melelahkan sering kali memicu emosi dan mengaburkan akal sehat.
Namun, justru di sinilah pentingnya aturan dalam berdemokrasi: aturan ada untuk menjaga agar aspirasi bisa disampaikan tanpa menimbulkan luka.
Demokrasi yang matang adalah demokrasi yang menghargai perbedaan, mencari jalan tengah, dan memastikan semuanya berjalan dengan tertib dan bermartabat," bunyi tulisan itu.
- Potret demonstrasi dan pemakaman Affan.
- Dua video ucapan belasungkawa dari Presiden Prabowo.
Anehnya, video ucapan duka dari Presiden tidak diunggah di akun resmi Kepala Negara, melainkan justru melalui akun pribadi Raffi.
Hal ini memicu kecurigaan warganet, yang menuduh Raffi hanya melakukan "pencitraan."
Kritik pedas langsung membanjiri kolom komentar. Warganet menuduh Raffi hanya "menyapu" masalah, alias membersihkan citra pemerintah tanpa melakukan tindakan nyata.
"NYAPUUU TEROOOS!! Semangat Rapiii.. biar bisnis lu aman sentosa kan," cibir seorang warganet.
Warganet lain menyindir, "Posting gampang, action? BERAT!!!"
Baca juga: Ahmad Sahroni Diduga Kabur ke Singapura, Ferry: Pengecut Bermental Culun
Ada pula yang mempertanyakan integritas Raffi dan keputusannya untuk tetap bekerja di bawah pemerintahan yang dianggap "tone deaf".
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.