Pembunuhan Kacab Bank BUMN
Ke Mana Dwi Hartono dan Istri Setahun Terakhir, Misteri Jejak Pengusaha Asal Tebo Terungkap
Lokasi rumah pengusaha asal Rimbo Bujang, Tebo, Jambi, dan istrinya, Andreana Wulandari, di kompleks Perumahan Kota Wisata, Gunung Putri, Bogor
TRIBUNJAMBI.COM - Sosok Dwi Hartono tersangka otak penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang BRI Cempaka Putih, tinggal di perumahan elite.
Lokasi rumah pengusaha asal Rimbo Bujang, Tebo, Jambi, dan istrinya, Andreana Wulandari, di kompleks Perumahan Kota Wisata, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat.
Namun, sejumlah kejanggalan diungkap tetangga yang merupakan warga sekitar di Gunung Putri.
Banyak tetangga tak mengetahui keberadaan pengusaha asal Tebo, Provinsi Jambi itu.
Tetangga Dwi Hartono mengaku tak pernah melihat sosok pelaku selama bertempat tinggal di
Padahal, tetangga bernama Rudi ini sudah menempati rumah di kawasan tersebut selama hampir satu tahun.
Dwi sendiri tinggal di Jalan San Fransisco, Blok Q1, Nomor 9, Kompleks Perumahan Kota Wisata.
Dwi merupakan satu di antara dalang kasus penculikan sekaligus pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN Cempaka Putih, Jakarta Pusat, bernama Muhammad Ilham Pradipta (37),
"Nggak tahu (orangnya seperti apa), nggak pernah keluar. Kita di sini sudah hampir satu tahun belum pernah lihat orangnya," ujar Rudi, Rabu (27/8/2025), dikutip dari Kompas.com.
Rudi menyebut, selama ini ia lebih sering melihat asisten rumah tangga (ART) Dwi ketimbang sosok Dwi sendiri.
Tak hanya itu, Rudi mengatakan aktivitas lebih terlihat pada rumah bernomor Q8 uang terhubung dengan kediaman Dwi.
Rumah bernomor Q8 itu memiliki plakat bertuliskan "Klan Hartono".
Dari rumah itu, kegiatan berbagi nasi kotak atau Jumat berkah kerap digelar.

Tetapi, Rudi sekali lagi menyebut sosok Dwi tak pernah terlihat ikut dalam kegiatan itu.
Rudi berujar kegiatan Jumat berkah terakhir kali berlangsung pada pekan lalu, sebelum Dwi diamankan pihak kepolisian.
"Minggu kemarin kayaknya enggak (Jumat berkah) tuh, karena minggu kemarin kita yang bagi-bagi."
"Jumat yang kemarinnya lagi (masih) bagi-bagi deh, tapi ya mbaknya yang bagi-bagi, semua cewek," tutur Rudi.
Rumah Orangtua di Tebo Jambi Kosong
Rumah orangtua Dwi Hartono terduga otak pembunuhan Kepala Cabang BRI Cempaka Putih terpantau kosong sejak dua hari lalu.
Tidak ada penghuni saat Reporter Tribun Jambi menyambangi ke sana.
Semasa kecil, Dwi Hartono tinggal Jalan Sapat, RT 22, Dusun Jati Makmur, Desa Mekar Kencana, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo.
Rumah masa kecil pengusaha Tebo Dwi Hartono itu tingkat dua, bercat warna putih.
Rumah bercat warna putih itu digembok. Tidak terlihat ada penghunnya, tampak lampu depan juga tak menyala.
Kemungkinan, orang tua Dwi Hartono menyusul ke Jakarta menemui anaknya yang sedang ditahan di Polda Metro Jaya.
Kepala Dusun Jati Makmur, Rahmat Widodo, mengatakan sejak beberapa hari lalu rumah tersebut tampak kosong.
"Rumahnya kosong, tapi saya belum tahu keberadaannya," ujarnya kepada Tribun Jambi.
Hartono, teman sekolah SMP menceritakan Mas Dwi sebagai sosok yang dermawan.
"Saya temannya, namun saya kakak kelas dia, dan tahu sedikit sosoknya," ujarnya saat ditemui Reporter Tribun Jambi, Selasa (26/8/2025).
Dia tak menyangka dapat kabar soal Dwi. Pasalnya, Dwi Hartono dikenal sebagai orang baik sejak kecil, tak pernah berkelakuan macam-macam.
"Orangnya baik, dermawan. Kalau ada acara suka memberi," ujarnya.
Selain itu, Dwi Hartono kerap mendatangkan artis ibu kota ke Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, untuk menghibur masyarakat.
Kata dia, pengusaha yang punya nama sapaan Mas Dwi itu menghibahkan mobilnya untuk dijadikan ambulans warga Desa Mekar Kencana, Kecamatan Rimbo Bujang.
"Iya ada dia menghibahkan ambulans, dulu masih satu dengan Desa Tirta Kencana. Sekarang sudah mekar, Desa Mekar Kencana, jadi ambulansnya sudah diserahkan oleh pihak Desa Tirta Kencana ke sini, karena mereka ada ambulans baru," ujarnya.
Menurutnya, Dwi Hartono beraktivitas di Jakarta. Rumahnya di Bogor.
Sementara rumah orangtuanya di Jalan Sapat, Desa Mekar Kencana, Kecamatan Rimbo Bujang.
"Iya sejak SMA hingga sekarang dia merantau," imbuhnya.
Kronologi Kejadian
Jasad Muhammad Ilham Pradipta ditemukan dalam kondisi tangan dan kaki terikat, serta mata ditutup lakban, di Desa Cilangkara, Serang Baru, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/8/2025) pagi.
Sehari sebelumnya, Jumat (20/8/2025) sore, ia diculik ketika berada di area parkir Lotte Mart Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Dalam rekaman CCTV, tampak Ilham mengenakan kemeja cokelat dan celana panjang krem ketika berada di area parkir Lotte Mart.
Saat berjalan menuju mobil hitam, ia disergap dua OTK yang keluar dari mobil putih di sebelahnya.

Sempat memberikan perlawanan, Ilham terekam kamera dibawa masuk ke dalam mobil putih.
Dugaan penculikan itu telah dibenarkan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi.
"Betul, CCTV (merekam) saat penculikan di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Grosir Lotte Mart (Pasar Rebo)" jelas Ade Ary, Kamis.
Hingga saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan 15 orang. Meski demikian, motif sebenarnya pembunuhan terhadap Ilham Pradipta belum diketahui.
Belasan Tersangka
Hingga saat ini, pihak kepolisian telah menetapkan 15 orang sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Ilham Pradipta.
Dwi diamankan di Kota Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (22/8/2025) malam, bersama C dan YJ.
Sementara, pelaku AA ditangkap di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta utara, Sabtu (23/8/2025).
Sebelumnya, polisi juga telah membekuk AT, RS, dan RAH di Johar Baru, Jakarta Pusat, sedangkan EW alias Eras di Bandara Nusa Tenggara Timur (NTT) saat baru saja tiba.
AT, RS, RAH, dan EW diamankan pada Kamis (21/8/2025), di hari ketika jasad korban ditemukan.
Terbaru, pria berinisial RS yang merupakan penyedia tim pengintai, ditangkap di wilayah Semarang, Jawa Tengah, Minggu (24/8/2025) dini hari.
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, mengatakan ada empat klaster pelaku dalam kasus Ilham Pradipta.
Empat klaster itu terdiri dari aktor intelektual hingga eksekutor.
"Pertama adalah aktor intelektual, kemudian klaster yang membuntuti, ketiga klaster yang menculik, dan klaster penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan membuang korban," kata Abdul, Rabu, dilansir TribunJakarta.com.
"Yang sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka sudah 15 orang," imbuh dia. (Tribun Jambi/Tribunnews)
Baca juga: Sosok Dwi Hartono Crazy Rich Rimbo Bujang Diduga Otak Pembunuhan Kacab BRI, Sempat Beli Helikopter
Baca juga: Istri Zumi Zola hingga Kapolri, Pernyataan Soal Ojol Affan Tewas Ditabrak Mobil Rantis Brimob
Ahli IT Terlibat Pembunuhan Kacab Bank: Ternyata Sopir Bos Crazy Rich yang Ramah |
![]() |
---|
Terkuak Dua Tersangka Baru Pembunuhan Kacab Bank BUMN, Polisi Sebut Jadi Pemantau |
![]() |
---|
Rumah Masa Kecil Dwi Hartono di Rimbo Bujang Jambi Masih Kosong |
![]() |
---|
Pemalsuan Ijazah Dwi Hartono, Pengusaha asal Jambi Diungkit, Kini Dalangi Pembunuhan Kacab Bank BUMN |
![]() |
---|
2 Kejanggalan Pembunuhan Kacab Bank BUMN yang Diotaki Pengusaha Asal Jambi, Pelaku Kabur Berkelompok |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.