Siswa Keracunan di Muaro Jambi
Hasil Lab Keracunan Massal Muaro Jambi: Dua Bakteri Ditemukan
Hasil pemeriksaan terdapat dua macam bakteri yang menyebabkan ratusan siswa keracunan di Muaro Jambi, Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.
Penulis: Muzakkir | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Hasil laboratorium pemeriksaan sampel makanan yang menyebabkan ratusan pelajar di Muaro Jambi Keracunan massal keluar.
Dari hasil pemeriksaan terdapat dua macam bakteri yang menyebabkan ratusan siswa keracunan, yakni Staphylococcus aureus dan Escherichia coli (E. coli).
Berdasarkan Penelusuran, bakteri Staphylococcus aureus adalah bakteri gram-positif berbentuk kokus (bulat) yang sering ditemukan pada kulit dan hidung manusia tanpa menimbulkan gejala.
Bakteri ini merupakan patogen oportunistik, yang berarti dapat menyebabkan infeksi kulit (bisul, impetigo), keracunan makanan, hingga kondisi serius seperti pneumonia dan infeksi darah (bakteremia) saat sistem imun melemah atau masuk ke jaringan lebih dalam.
Sementara bakteri Escherichia coli (E. coli) adalah jenis bakteri yang umumnya hidup di dalam usus manusia dan hewan berdarah panas.
Sebagian besar strain E. coli tidak berbahaya dan membantu pencernaan, namun beberapa jenis bersifat patogen, menyebabkan diare parah, kram perut, infeksi saluran kemih, hingga komplikasi ginjal.
Bakteri ini sering menyebar melalui air atau makanan terkontaminasi, seperti daging kurang matang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Muaro Jambi, Budhi Hartono, mengatakan pemerintah Daerah telah menerima hasil resmi pemeriksaan laboratorium.
“Yang menyebabkan keracunan itu dua bakteri, Staphylococcus aureus dan E. coli,” kata Budhi.
Budhi Hartono menyampaikan, berdasarkan hasil investigasi dan pendalaman yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Muaro Jambi dapat disimpulkan bahwa kontaminasi Staphylococcus aureus bersumber dari proses pengolahan makanan yang tidak higienis.
Dugaan,mengarah pada kelalaian penjamah makanan dan penerapan standar kebersihan yang longgar. Adapun bakteri E. coli, kata dia, diduga berasal dari air yang digunakan dalam proses produksi.
"Yang banyak terdapat bakteri itu ada pada Ayam Suir dengan Tahu," sampainya.
Budhi Hartono mengatakan, dalam evaluasi, tim menemukan sejumlah kelalaian serius standar operasional prosedur (SOP) tidak dijalankan secara konsisten, pengolahan makanan tidak memenuhi prinsip keamanan pangan, serta jeda waktu antara memasak dan distribusi terlalu lama faktor yang berisiko mempercepat pertumbuhan bakteri.
Satgas MBG dalam rapat evaluasi menyampaikan sejumlah rekomendasi tegas kepada yayasan pengelola. Di antaranya peningkatan pengawasan dapur, penerapan standar keamanan pangan secara ketat, serta pembenahan sistem air bersih dan sanitasi.
| Daftar 9 Rekomendasi Satgas MBG Muaro Jambi setelah Keracunan Massal |
|
|---|
| Waka DPRD Minta Rekomendasi Satgas MBG untuk SPPG Sengeti Bukan Formalitas |
|
|---|
| Satgas MBG Muaro Jambi Keluarkan 9 Rekomendasi Usai Keracunan Massal |
|
|---|
| SPPG Sengeti Diberi Peringatan Keras Usai Ratusan Siswa Keracunan MBG |
|
|---|
| Penyebab Siswa Keracunan Soto MBG di Muaro Jambi 2 Bakteri, Ada E. Coli |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Hasil-lab.jpg)