Kamis, 30 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Siswa Keracunan di Muaro Jambi

Penyebab Siswa Keracunan Soto MBG di Muaro Jambi 2 Bakteri, Ada E. Coli

Staphylococcus aureus diduga kuat berasal dari proses pengolahan yang tidak higienis oleh penjamah makanan, e coli bersumber dari air.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Tribunjambi.com/Ist/Kolase Tribun Jambi
PENYEBAB KERACUNAN - Kolase foto Staphylococcus aureus, Escherichia Coli dan siswa di Muaro Jambi alami keracunan massal. Kedua bakteri tersebut berdasarkan hasil uji laboratorium ditemukan di menu Makan Bergizi Gratis (MBG) penyebab keracunan massal. 

Ringkasan Berita:Penyebab Keracunan Massal di Muaro Jambi
  • Lab konfirmasi bakteri Staphylococcus aureus & e coli penyebab keracunan siswa.
  • Kontaminasi tertinggi ditemukan pada menu ayam suir dan tahu hasil olahan.
  • Sekda Budhi Hartono sebut pengolahan tak higienis dan air jadi sumber bakteri.
  • Ditemukan kelalaian SOP berupa jeda waktu distribusi makanan yang terlalu lama.
  • Nasib yayasan pengelola kini berada di tangan Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat.

 

TRIBUNJAMBI.COM - Tabir penyebab keracunan massal yang menimpa ratusan pelajar di Kabupaten Muaro Jambi akhirnya terungkap.

Hasil pemeriksaan laboratorium resmi menunjukkan adanya kontaminasi ganda dari bakteri berbahaya, yakni Staphylococcus aureus dan Escherichia coli (e coli), pada sampel makanan yang dikonsumsi para siswa.

Sekretaris Daerah Muaro Jambi, Budhi Hartono, mengonfirmasi bahwa kedua bakteri tersebut menjadi biang keladi gangguan kesehatan massal ini.

Berdasarkan investigasi Dinas Kesehatan, bakteri Staphylococcus aureus diduga kuat berasal dari proses pengolahan yang tidak higienis oleh penjamah makanan.

Sementara e coli terdeteksi bersumber dari air yang digunakan dalam produksi.

Ayam Suir dan Tahu Jadi Media Kontaminasi

Titik tumpu bakteri paling banyak ditemukan pada menu ayam suir dan tahu.

Selain faktor kebersihan, tim evaluasi menemukan kelalaian serius pada Standar Operasional Prosedur (SOP), di mana terdapat jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dengan distribusi makanan.

“Yang menyebabkan keracunan itu dua bakteri, Staphylococcus aureus dan e coli. Yang banyak terdapat bakteri itu ada pada Ayam Suir dengan Tahu,” ujar Budhi Hartono saat memaparkan hasil evaluasi pemerintah daerah.

Rekomendasi Tegas dan Nasib Pengelola

Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) telah melayangkan rekomendasi ketat kepada yayasan pengelola untuk membenahi sistem sanitasi dan pengawasan dapur.

Budhi menegaskan bahwa petugas lapangan tidak boleh lagi longgar dalam mengawasi setiap tahapan produksi.

Terkait sanksi bagi pihak pengelola, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menyatakan tidak memiliki wewenang untuk melakukan pemutusan kontrak secara sepihak.

Baca juga: Masih Ada Saluran Limbah SPPG Bocor setelah Keracunan MBG di Muaro Jambi

Baca juga: Polisi Sita 1,5 Kg Ganja saat Gerebek Mess Pengedar di Sungai Bahar Jambi

“Keputusan apakah diperpanjang, dihentikan, atau diganti sepenuhnya menjadi kewenangan pihak BGN (Badan Gizi Nasional) Pusat. Kami fokus pada hasil evaluasi dan langkah perbaikan,” pungkasnya.

Mengenal Escherichia coli 

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved