Karhutla di Jambi
Mengingatkan Asap Tebal di Jambi 2015, Mahasiswa Unja Diajak Rasakan Langsung Upaya Cegah Karhutla
Asap tebal yang pernah menyelimuti langit Jambi 11 tahun lalu, pada 2015, mungkin hanya menjadi cerita bagi sebagian mahasiswa Universitas Jambi.
Penulis: Rifani Halim | Editor: asto s
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Asap tebal yang pernah menyelimuti langit Jambi 11 tahun lalu, pada 2015, mungkin hanya menjadi cerita bagi sebagian mahasiswa Universitas Jambi (Unja).
Pada Rabu (10/6/2026), mereka diajak melihat lebih dekat bagaimana ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bisa terjadi, sekaligus memahami apa yang dapat mereka lakukan untuk mencegahnya.
Ratusan mahasiswa memadati Auditorium UNIFAC Unja untuk mengikuti kuliah umum bertema Antisipasi dan Mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan pada Ekosistem Gambut di Provinsi Jambi.
Tak sekadar mendengar materi dari para narasumber, mereka juga mendapat kesempatan menyaksikan langsung simulasi pemadaman karhutla di lapangan kampus.
Kegiatan yang digagas PT Wirakarya Sakti (WKS), unit usaha APP Group, itu menghadirkan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, akademisi, hingga pegiat lingkungan.
Namun, perhatian mahasiswa tak hanya tertuju pada paparan di dalam ruangan.
Mereka tampak antusias saat melihat berbagai peralatan yang biasa digunakan petugas untuk menghadapi kebakaran hutan.
Di bawah terik matahari, mahasiswa berkumpul di Lapangan Sepak Bola Unja.
Mereka mengamati cara kerja pompa air, selang pemadam, hingga prosedur penanganan titik api yang selama ini mungkin hanya mereka lihat dari layar televisi atau media sosial.
Bagi banyak peserta, simulasi tersebut menjadi pengalaman baru. Mereka diajak memahami bahwa karhutla bukan sekadar persoalan kebakaran biasa, melainkan ancaman yang berdampak luas terhadap kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga kelestarian lingkungan.
Rektor Universitas Jambi, Prof Helmi, mengatakan kampus memiliki tanggung jawab untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda.
"Ini adalah momentum bagi kita semua untuk memperbarui komitmen bersama dalam melindungi ekosistem gambut Jambi. Universitas Jambi siap menjadi mitra strategis pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan Jambi yang bebas asap, sehat, dan lestari," ujarnya.
GM Fire Management APP Group, Sujica Lusaka, menilai mahasiswa memiliki posisi penting dalam upaya pencegahan karhutla.
Menurutnya, edukasi dan deteksi dini jauh lebih efektif dibandingkan penanganan ketika kebakaran sudah terjadi.
"Melalui kegiatan edukasi dan simulasi ini, kami berharap lahir pemahaman bersama bahwa pencegahan dan deteksi dini adalah langkah paling penting dalam melindungi hutan," katanya.
| Diam-diam 122 Hektare Hutan dan Lahan di Jambi Terbakar per 10 Juni, Total 1.200 Hotspot |
|
|---|
| Jambi Siaga Karhutla, Al Haris Sebut 122 Hektare Lahan Terbakar Sejak Januari 2026 |
|
|---|
| Daftar Wilayah di Jambi yang Rawan Karhutla, Daerah Gambut Siaga Bencana |
|
|---|
| Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang, KLH Ingatkan Lonjakan Drastis Karhutla |
|
|---|
| Inilah Dua Skema yang Disiapkan Pemprov Jambi untuk Tangani Karhutla |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Ratusan-mahasiswa-memadati-Auditorium-UNIFAC-Unja-untuk-mengikuti-kuliah-umum-bertema.jpg)