Kamis, 11 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Karhutla di Jambi

Diam-diam 122 Hektare Hutan dan Lahan di Jambi Terbakar per 10 Juni, Total 1.200 Hotspot

Hingga awal Juni 2026, luas lahan yang terbakar tercatat mencapai 122 hektare di Jambi, tersebar di sejumlah kabupaten rawan. 

Tayang:
Penulis: Syrillus Krisdianto | Editor: asto s
istimewa
ILUSTRASI Helikopter melakukan water bombing kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi. Hingga awal Juni 2026, luas lahan yang terbakar tercatat mencapai 122 hektare, tersebar di sejumlah kabupaten rawan. Pemerintah Provinsi Jambi melakukan 28 kali operasi modifikasi cuaca (OMC). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ternyata, sudah 122 hektare hutan dan lahan di Provinsi Jambi terbakar.

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) muncul.

Hingga awal Juni 2026, luas lahan yang terbakar tercatat mencapai 122 hektare, tersebar di sejumlah kabupaten rawan. 

Pemerintah Provinsi Jambi telah melakukan 28 kali operasi modifikasi cuaca (OMC).

Gubernur Jambi, Al Haris, mengatakan OMC menjadi satu di antara langkah cepat menghadapi musim kemarau yang diperkirakan lebih kering akibat siklus El Nino. 

"OMC sudah berjalan. Ini bagian dari upaya kita menahan laju kebakaran sejak dini,” ujar Al Haris saat Apel Siaga Bencana Karhutla Provinsi Jambi di Lapangan Korem 042/Garuda Putih, Rabu (10/6/2026).

Dari total 28 kali OMC, sebanyak 20 kali dilakukan oleh pihak PT Sinar Mas dan 8 kali oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Al Haris menegaskan, kesiapsiagaan menghadapi karhutla harus disiapkan sejak awal, seperti pengalaman pahit Jambi pada 2015 dan 2019. 

Beberapa Daerah Tidak Turun Hujan

Berdasarkan pantauan BMKG, Jambi masuk wilayah yang akan menghadapi musim kemarau panjang, ditandai berkurangnya curah hujan dan terganggunya sumber air.

“Gejalanya sudah terlihat. Di beberapa daerah sudah mulai tidak turun hujan. Sumber air terganggu dan ini sangat berisiko memicu kebakaran lahan dan hutan,” katanya.

Menurut Al Haris, dampak karhutla tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga berimbas langsung pada kehidupan masyarakat. 

Asap kebakaran berpotensi mengganggu kesehatan, aktivitas ekonomi, hingga memaksa sekolah diliburkan.

Karena itu, Al Haris meminta seluruh elemen bergerak bersama di lapangan. Mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, hingga masyarakat peduli api diminta solid menjaga kawasan hutan dan lahan selama musim kemarau.

“Kalau satu titik terbakar, apinya bisa merambat ke mana-mana. Kebun karet, sawit, semuanya bisa ikut terbakar,” tegasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved