Berita Jambi
Warga Bukit Bakar Tergusur dan Kehilangan Akses Jalan, Layanan Kesehatan Terhambat
Konflik lahan sejak 2006 di Desa Bukit Bakar memanas pada Februari 2026 setelah PT Wira Karya Sakti diduga menggusur lahan warga.
Penulis: Rifani Halim | Editor: Heri Prihartono
Datuk Alwi juga menyoroti kondisi kawasan konservasi Sungai Bul yang menurutnya terus menyusut.
“Kalau dibuat ibarat 1.000 hektare, mungkin tinggal 25 persen yang utuh. Yang lain sudah diambil spot-spot,” katanya.
Menurutnya, Sungai Bul merupakan sumber kehidupan masyarakat sejak zaman nenek moyang.
“Sungai Bul itu sungai penghidupan datuk kami sejak zaman Belanda,” ujarnya.
Kini kawasan yang dahulu berupa hutan alami disebut telah berubah menjadi tanaman akasia dan eucalyptus.
“Sekarang akasia semua, kalitus semua. Burung enggak mau, monyet pun cuma makan pucuknya,” katanya.
Ia menilai pengambilan kawasan dilakukan sedikit demi sedikit.
“Caranya dia manen masuk 50 meter, nanti masuk lagi 50 meter,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Desa Bukit Bakar, Suwarno, mengatakan konflik lahan dengan PT WKS semakin memperburuk kondisi masyarakat setelah akses jalan warga diputus.
Menurut Suwarno, lahan garapan masyarakat seluas sekitar 500 hektare digusur perusahaan. Persoalan itu sudah beberapa kali dibahas dalam pertemuan dengan pihak perusahaan, namun belum ada penyelesaian.
“Lahan garapan masyarakat itu digusur oleh PT WKS lebih kurang 500 hektare. Kemarin sudah kami sampaikan di kantor WKS Jambi Mayang dan ditindaklanjuti di Desa Bukit Bakar. Tapi dari dua kesepakatan itu tidak ada satu pun yang dilaksanakan oleh pihak perusahaan,” ujarnya.
Ia mengatakan pada 20 Mei lalu akses jalan masyarakat diputus di 10 titik.
“Malah tanpa ada angin tanpa ada hujan, tanggal 20 itu jalan akses masyarakat untuk keluar masuk semuanya diputus. Ada 10 titik,” katanya.
Menurutnya, jalan tersebut merupakan akses utama warga menuju Kabupaten Tebo untuk pendidikan, kesehatan hingga menjual hasil tani.
“Karena kami ini dekat dengan Tebo. Pendidikan, kesehatan, sampai mengeluarkan hasil tani itu arahnya ke Tebo semua dan harus melewati jalan-jalan tersebut,” jelasnya.
| Kreatif! Saat Listrik Padam, Warga Sulap Kaleng Bekas dan Minyak Jelantah Jadi Lampu Darurat |
|
|---|
| Catut Nama Gubernur Jambi untuk Penipuan Investasi, Halatun Laporkan Titin ke Polda Jambi |
|
|---|
| IPA Convex 2026: PHR Paparkan Keunggulan Operasi Inovasi Produksi Regional 1 Sumatera |
|
|---|
| Lepas JCH Kloter BTH 25, Gubernur Al Haris: Semoga Layanan Haji Makin Baik |
|
|---|
| Pencari Kerja Datangi Job Fair Jambi di Hari Terakhir, Hanya 2 Hari Dibuka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Konflik-Lahan-di-Bukit-Bakar.jpg)