Konflik Gajah Manusia di Tebo
Sofwan: Ampun, Tuk, Ampun, Fakta di Balik Gajah Sumatra di Tebo, Petani dan Agroforestri
Warga Dusun Benteng Makmur, Desa Muara Kilis, Kabupaten Tebo, itu pernah dua kali nyaris ditabrak gajah liar saat melakukan patroli
Penulis: Rifani Halim | Editor: asto s
TRIBUNJAMBI.COM, MUARATEBO - Bunyi gedebak-gedebuk langkah kaki gajah dari balik masjid itu masih membekas di ingatan Sofwan.
Warga Dusun Benteng Makmur, Desa Muara Kilis, Kabupaten Tebo, itu pernah dua kali nyaris ditabrak gajah liar saat melakukan patroli dan menjaga kebun warga dari gangguan satwa.
Pengalaman paling menegangkan terjadi pada 2024 lalu, ketika seekor gajah jantan muncul sangat dekat dengan dirinya saat patroli dini hari di dekat masjid dusun.
"Waktu itu mau sahur, kami patroli lihat-lihat. Rupanya, gajah sudah di belakang masjid," kata Sofwan kepada Tribun di Dusun Benteng Makmur.
Saat itu, kata dia, gajah sedang digiring warga dari arah permukiman. Namun, tanpa diduga, satwa bertubuh besar tersebut justru berlari ke arahnya.
"Dia keluar langsung gedebuk-gedebuk suaranya. Aku langsung lari juga. Hampir aja diinjak," ujarnya.
Sofwan mengatakan jaraknyadengan gajah saat itu hanya sekitar satu meter. Dia langsung melompat ke semak-semak untuk menyelamatkan diri.
"Pokoknya, aku waktu itu sudah bilang, ampun, Tuk, ampun Tuk," katanya sambil tertawa kecil mengenang kejadian tersebut.
Tuk merujuk pada kata Datuk, sebutan gajah oleh warga lokal.
Menurut Sofwan, warga di kawasan itu memang memiliki keyakinan untuk tidak berkata kasar atau menunjukkan kebencian terhadap gajah.
"Kalau ngomong kasar sama dia, itu memang enggak boleh," ujarnya.
Pengalaman Perdana
Pengalaman pertama Sofwan dikejar gajah terjadi pada 2022. Saat itu, dia bersama dua rekannya mencoba menggiring gajah menggunakan jedoran atau mercon rakitan di kawasan kebun.
Awalnya, mereka tidak percaya ketika mendengar ada warga yang dikejar gajah. Namun, saat mencoba mendekat, seekor gajah tiba-tiba muncul hanya berjarak sekitar dua meter dari posisinya.
"Kami bunyikan jedoran terus, malah dia mendekat. Tahu-tahu di samping, lanjutkan yang ini saya sudah ada gajah,” katanya.
| Kisah Agus Rembo, Mahout Gajah di Tebo Menjaga Gajah Jinak Menghalau Konflik |
|
|---|
| Cerita Mujiati Cari Harapan Baru Seusai Sawit Dimakan Gajah di Tebo, Kini Tanam Jeruk |
|
|---|
| Warga Benteng Makmur Tebo 2 Kali Dikejar Gajah, Kini Ubah Pola Kebun Sawit Jadi Agroforestri |
|
|---|
| Cerita Petani Tebo 2 Kali Dikejar Gajah Tapi Bisa Selamat, Kini Ubah Sawit Jadi Agroforestri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Gajah-Sumatera-di-kawasan-Taman-Nasional-Bukit-Tiga-Puluh.jpg)