Rabu, 15 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Warga Jambi Disiksa di Kamboja

100 Orang dengan Alat Setrum Berjaga di Perusahaan Scam Kamboja

“Di sini dijaga. Bayangkan, di lokasi itu ada 20 gedung, tembok pagarnya itu lima meter, yang jaga sampai 100 orang. Pakai setrum semua.

Istimewa/ Kolase Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto
TERISOLASI-Suasana penampungan warga Indonesia di Kamboja yang begitu ketat. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ada 20 gedung menjulang tinggi di lahan sekitar 1,2 hektare, berpagar lima meter, dan sekitar 70-100 penjaga terus mengawasi.

Demikian Andri Budi Sanjaya, warga Jambi korban penipuan berkedok lowongan kerja di Kamboja memberikan gambaran lokasi perusahaan tempat ia pernah bekerja.

“Ya, kalau di Indonesia, di Jambi mungkin mirip ruko-ruko empat tingkatlah, gitu,” katanya, Sabtu (21/2/2026).

Ia menuturkan, penjagaan di kawasan tersebut sangat ketat karena para petugas dilengkapi alat setrum, sehingga peluang melarikan diri nyaris tidak ada.

“Di sini dijaga. Bayangkan, di lokasi itu ada 20 gedung, tembok pagarnya itu lima meter, yang jaga sampai 100 orang. Pakai setrum semua. Mau lari ke mana, coba? Mau mati yang ada,” tuturnya.

“Enggak ada perusahaan scam itu yang bisa keluar gedung itu, enggak ada. Paling seputaran gedung itulah,” lanjutnya.

Menurut Andri, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) hanya bisa dijadikan tempat pelarian, bukan untuk melapor, karena risikonya sangat besar.

“KBRI memang sarana tepat untuk pelarian tapi bukan untuk melaporkan. Mati juga kalau ketahuan (melapor dan melarikan diri). Dua orang ditembak mati depan aku,” jelasnya.

“Kalau selamat syukur, kalau gak selamat, gimana? Tinggal nama, mayat dibuang, selesailah,” sambungnya.

Ia juga mengaku memperoleh informasi tentang seorang WNI yang terjatuh dari lantai 18 Gedung Judol Royal Fortune di Kamboja pada Selasa (17/2).

Korban disebut bernama Muhammad Erlangga asal Palembang yang direkrut oleh agen dari Medan.

Informasi tersebut didapatkannya dari sesama korban penipuan lowongan kerja.

Andri mengungkapkan, peristiwa jatuhnya pekerja dari gedung kerap terjadi akibat tekanan pekerjaan, bunuh diri, atau bahkan tindakan kekerasan dari pihak perusahaan.

Ia juga menyebut adanya dugaan kekerasan seksual terhadap pekerja perempuan yang tidak mampu mencapai target.

“Banyak juga dari rekan-rekan di sini yang menceritakan seperti itu, orang Indonesia yang bunuh diri, terjun dari lantai atas banyak, ada juga yang sebagian memang dibunuh oleh pihak perusahaan,” ungkapnya.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved