Rabu, 6 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Jalan Khusus Batu Bara

Apa Penyebab Penyelesaian Jalan Khusus Batu Bara di Jambi Molor Lagi?

Penyelesaian sekaligus pengoperasian jalan khusus batu bara molor lagi. Padahal, proyek tersebut sebelumnya ditargetkan rampung pada Juli 2025.

Tayang:
Humas Pemprov Jambi
TINJAU JALAN - Gubernur Jambi Dr H Al Haris, SSos, MH saat meninjau pengerjaan jalan khusus batu bara di Kabupaten Batang Hari yang terbentang mulai dari Desa Tenam hingga Desa Jelutih, Kecamatan Bathin XXIV, mencapai 72 km, pertengahan tahun lalu. Penyelesaian jalan khusus batu bara ini molor lagi dari target. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Penyelesaian sekaligus pengoperasian jalan khusus batu bara molor lagi. Padahal, proyek tersebut sebelumnya ditargetkan rampung pada Juli 2025.

Kondisi ini mendorong Pemerintah Provinsi Jambi menggelar rapat evaluasi pada Senin (26/1/2026) malam.

Rapat tersebut dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi, Ketua DPRD Provinsi Jambi, Sekda, Kepala BPJN, perwakilan pemerintah kabupaten Muaro Jambi, Batang Hari, Sarolangun, serta Kota Jambi. Unsur Forkopimda dan pengusaha batu bara juga ikut dalam evaluasi tersebut.

Gubernur Jambi, Al Haris menyampaikan bahwa pembangunan jalan khusus batu bara ditangani oleh tiga perusahaan kontraktor, yakni PT Inti Bangun Sarana, PT Putra Bulian Properti, dan PT Sinar Anugerah Sukses.

“Tiga tahun kita coba mendorong agar pihak swasta membangun jalan batu bara. Ada beberapa intruksi gubernur, seperti penggunaan jalur sungai,” katanya.

Menurut Al Haris, pemanfaatan jalur sungai kini dinilai kurang efektif karena adanya potensi kekeringan di sejumlah titik.

Kondisi tersebut membuat penyelesaian jalan khusus batu bara di Provinsi Jambi kian mendesak.

“Kita lihat dari BMKG, Jambi akan mengalami kekeringan, hampir mirip El Nino. Kita khawatir sulit melalui jalur sungai,” jelasnya.

Ia menambahkan, rapat evaluasi digelar untuk mengetahui sejauh mana perkembangan proyek tersebut, mulai dari proses pembebasan lahan hingga perizinan kawasan hutan industri dari kementerian terkait.

“Apakah teman-teman pengusaha ini bekerja, mulai dari pembebasan lahan, kalau ada hutan industri ada perizinannya dari kementerian kehutanan, ini yang ingin kita lihat,” tuturnya.

“Kalau ada kendala, silakan dibicarakan. Lapor pada kami apa saja kendalanya. Yang mungkin pemerintah bantu, kita bantu semaksimal mungkin,” lanjutnya.

Gubernur berharap persoalan angkutan batu bara di Jambi segera menunjukkan kemajuan, mengingat masalah ini telah berlangsung lama dan berdampak pada perekonomian daerah.

“Kita lihat ekonomi Jambi hari ini di angka 4,77 persen, tadinya di angka 5 lebih.

"Persoalannya, sektor kita yang paling besar itu di perkebunan dan pertanian, sektor yang kedua tambang, kita harus akui itu,” ucapnya.

Ia juga menegaskan agar proyek tersebut dapat diselesaikan pada tahun 2026.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved